kingsheadwye.com

Inilah 10 Kebakaran Hutan Terbesar Sepanjang Sejarah di Dunia

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan di Australia selama musim kemarau, lazim dikenal sebagai fenomena Bushfire (Rob Griffith / AFP PHOTO)

Perbesar

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan di Australia selama musim kemarau, lazim dikenal sebagai fenomena Bushfire (Rob Griffith / AFP PHOTO)

Liputan6.com, Jakarta - Dalam batas tertentu, kebakaran hutan merupakan bagian alami dari ekosistem hutan yang sehat. Kebakaran dapat membantu menghilangkan material organik yang telah mati sekaligus melepaskan nutrisi ke dalam tanah. Bahkan, beberapa jenis tanaman membutuhkan api untuk dapat tumbuh.

Namun, baik yang disebabkan oleh api unggun yang ditinggalkan maupun sambaran petir, kebakaran yang memiliki intensitas tinggi dan tidak dapat dikendalikan sering kali berubah menjadi bencana yang sangat merusak. Selain itu, semakin kering dan panas kondisi lingkungan, semakin dahsyat pula dampak kebakaran tersebut.

Perubahan iklim, yang sebagian besar didorong oleh aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil, telah membuat gelombang panas ekstrem menjadi lima kali lebih mungkin terjadi dibandingkan 150 tahun lalu. Pada saat yang sama, kebakaran hutan juga semakin parah di berbagai belahan dunia.

Seiring memburuknya musim kebakaran, dampaknya terhadap kesehatan manusia juga semakin mengkhawatirkan. Kebakaran dapat menyebabkan hilangnya rumah dan infrastruktur serta meningkatkan paparan terhadap berbagai kontaminan lingkungan, yang pada akhirnya dapat menimbulkan dampak fatal akibat menghirup asap.

Namun, persoalannya sering kali tidak sesederhana satu kebakaran yang menyebabkan seluruh kerusakan. Banyak kebakaran paling dahsyat terjadi sebagai rangkaian kebakaran yang saling berkaitan, atau dikenal sebagai musim kebakaran (fire season). Hal ini karena kebakaran hutan berskala besar kerap terbentuk dari penyebaran dan pertemuan sejumlah kebakaran yang lebih kecil.

Meskipun 2024 mencatat rekor baru sebagai tahun dengan luas lahan yang terbakar akibat kebakaran hutan paling besar secara global, sejak awal abad ke-20 telah terjadi banyak kebakaran besar yang menimbulkan dampak katastrofik di wilayah tempat kebakaran tersebut berlangsung.

Melansir laman Britannica, Kamis (3/9/2026), berikut 10 kebakaran hutan terbesar sepanjang sejarah di dunia:

1. Kebakaran Hutan New South Wales: Australia, 1974–1975

Ilustrasi kebakaran hutan di Australia (AP Photo)

Perbesar

Ilustrasi kebakaran hutan di Australia (AP Photo)

Kebakaran paling dahsyat yang pernah tercatat membakar 117 juta hektare (289 juta acre) lahan di seluruh Australia. Luasan kebakaran setara dengan sekitar 15% wilayah daratan benua tersebut.

Kebakaran itu menewaskan 6 orang serta menghancurkan sistem komunikasi, fasilitas pertanian, dan berbagai infrastruktur lainnya.

Wilayah bagian tengah Australia menjadi kawasan yang paling terdampak, meskipun sekitar separuh dari lahan yang terbakar dilaporkan merupakan wilayah yang tidak berpenghuni.

2. Kebakaran Taiga Siberia: Rusia, China, dan Mongolia, 2003

Pada musim semi dan musim panas 2003, sekitar 22,5 juta hektare (55 juta acre) lahan terbakar di wilayah Rusia bagian timur, kemudian meluas hingga ke China dan Mongolia.

NASA melaporkan kepulan asap dari kebakaran tersebut membubung hingga 5 kilometer (3 mil) di atas permukaan tanah.

Kebakaran ini terjadi pada tahun ketika suhu udara tercatat jauh lebih tinggi dari normal dan menyusul kebakaran bersejarah yang melanda kawasan tersebut setahun sebelumnya.

Kebakaran dengan skala sebesar ini semakin sering terjadi sepanjang dekade 2010-an. Wilayah tersebut memiliki kepadatan penduduk yang rendah sehingga tidak ada korban jiwa yang terkonfirmasi akibat kebakaran ini.

3. Kebakaran “Black Summer”: Australia, 2019–2020

20151019-Ilustrasi-Kebakaran-Hutan

Perbesar

Ilustrasi Kebakaran Hutan (iStockphoto)

Dalam periode yang dikenang sebagai “Black Summer” Australia, diperkirakan sekitar 19 juta hektare (47 juta acre) lahan di negara tersebut dilalap kebakaran hutan.

Seiring meluasnya kebakaran, 33 orang dan diperkirakan satu miliar hewan tewas. Musim panas tersebut menjadi periode terpanas dan terkering yang pernah tercatat hingga saat itu, sehingga turut mempercepat penyebaran api.

Kebakaran bersejarah ini meningkatkan perhatian publik terhadap isu keberlanjutan dan perubahan iklim di Australia. Upaya pemulihan negara tersebut juga semakin kompleks karena bencana itu bertepatan dengan pandemi COVID-19.

4. Kebakaran Hutan Taiga Rusia: 2021

Kebakaran hutan di wilayah taiga Rusia bukanlah fenomena yang tidak biasa. Namun, kebakaran yang melanda sekitar 18,2 juta hektare (46 juta acre) pada 2021 jelas merupakan pengecualian.

Kebakaran tersebut mencetak rekor sebagai kebakaran paling merusak yang pernah terjadi di Rusia, setelah tingkat kerusakan akibat kebakaran pada tahun-tahun sebelumnya relatif stabil sejak 2012.

Sejumlah organisasi memperkirakan hingga 90% kebakaran disebabkan oleh aktivitas manusia, baik akibat masalah yang berkaitan dengan jaringan listrik maupun aktivitas di area perkemahan. Tidak ada korban jiwa yang terkonfirmasi akibat kebakaran tersebut.

5. Kebakaran Hutan Kanada: 2023S

Ilustrasi kebakaran hutan, pencemaran udara

Perbesar

Ilustrasi kebakaran hutan, pencemaran udara. (Photo by Ryan Arnst on Unsplash)

Seperti dikatakan seorang peneliti Kanada pada 2023, “Kata ‘belum pernah terjadi sebelumnya’ bahkan tidak cukup untuk menggambarkan dahsyatnya kebakaran hutan di Kanada tahun ini.”

Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 15 juta hektare (37 juta acre) lahan, atau dua kali lipat dari rekor luas kebakaran sebelumnya di Kanada.

Kondisi yang sangat mendukung penyebaran api, termasuk kekeringan dan suhu panas ekstrem, membuat sambaran petir memicu 120 kebakaran hanya dalam satu hari pada Juni.

Akibat kebakaran tersebut, delapan petugas pemadam kebakaran kehilangan nyawa, sementara ratusan ribu warga terpaksa mengungsi.

6. Kebakaran Black Dragon: China dan Rusia, 1987

Kebakaran yang terjadi di sepanjang kedua sisi Sungai Black Dragon meluas hingga sekitar 1,3 juta hektare (3 juta acre) di China dan mencapai 6 juta hektare (15 juta acre) di Rusia.

Akibatnya, sekitar 200 orang tewas, sementara puluhan ribu lainnya kehilangan tempat tinggal. Kebakaran tersebut menghancurkan sebagian besar cadangan kayu China dan menyebabkan sekitar seperlima hutan di negara itu menjadi tandus.

Peristiwa ini hingga kini tercatat sebagai kebakaran hutan terbesar dalam sejarah China. Sebagai respons, pemerintah China kemudian menerapkan berbagai langkah pengendalian kebakaran untuk mencegah terulangnya bencana serupa dalam skala sebesar itu.

7. Kebakaran Northwest Territories: Kanada, 2014

Ilustrasi kebakaran hutan (AFP Photo)

Perbesar

Ilustrasi kebakaran hutan (AFP Photo)

Wilayah Northwest Territories di Kanada dihuni sekitar 43.000 orang dan memiliki hamparan hutan serta tundra yang luas ketika musim kebakaran 2014 melanda.

Pada akhir tahun, lebih dari 380 kebakaran telah menghanguskan sekitar 3,4 juta hektare (8,4 juta acre) lahan. Rangkaian kebakaran tersebut menjadikan musim kebakaran 2014 sebagai salah satu yang terparah dalam sejarah Kanada.

Meski menimbulkan kerusakan luas, bencana tersebut tidak menyebabkan cedera serius maupun korban jiwa.

8. Kebakaran Manitoba: Kanada, 1989

Provinsi Manitoba terletak di bagian tengah Kanada, tepat di atas North Dakota dan Minnesota, Amerika Serikat. Wilayah ini dikenal memiliki lebih dari 100.000 danau serta menjadi salah satu sentra pertanian utama Kanada.

Namun, pada 1989, Manitoba menjadi sorotan karena alasan berbeda. Sekitar 25.000 orang terpaksa dievakuasi akibat kebakaran yang menghanguskan sekitar 3,3 juta hektare (8,1 juta acre) lahan.

Meskipun tidak ada korban jiwa, upaya untuk mengendalikan kebakaran tersebut pada akhirnya menelan biaya sekitar US$68 juta.

9. Kebakaran Black Friday: Australia, 1939

Ilustrasi kebakaran hutan 3 juta hektar di Siberia (AP via TASS)

Perbesar

Ilustrasi kebakaran hutan 3 juta hektar di Siberia (AP via TASS)

Pada 13 Januari 1939, negara bagian Victoria, Australia, diselimuti asap tebal. Kebakaran telah menyebar selama beberapa minggu sebelumnya, tetapi pada Jumat tersebut saja 36 orang kehilangan nyawa akibat kobaran api. Jumlah korban kemudian meningkat menjadi 71 orang pada akhir bulan.

Kebakaran dipicu oleh kekeringan yang berlangsung selama bertahun-tahun, yang diperparah oleh kenaikan suhu dan angin kencang yang membantu api menyebar dengan cepat.

Ketika kebakaran akhirnya berakhir, sekitar 2 juta hektare (5 juta acre) lahan telah terbakar, sementara 75% wilayah Victoria terdampak dalam berbagai bentuk.

10. Kebakaran Besar 1919: Kanada

Kebakaran Besar 1919 menghanguskan hampir 2 juta hektare (5 juta acre) lahan di wilayah Alberta bagian utara dan Saskatchewan, Kanada.

Peristiwa ini dikenang antara lain karena adanya kesaksian langsung dari masyarakat adat yang tinggal di wilayah tersebut, khususnya suku Cree. Kobaran api membakar jaringan telegraf setempat sehingga laporan mengenai kebakaran di sejumlah wilayah mengalami keterlambatan.

Meskipun berbagai upaya bantuan telah dilakukan, setidaknya 11 orang meninggal dunia, baik akibat kebakaran maupun luka-luka yang mereka alami dalam bencana tersebut.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Nurmayanti

NurmayantiTim Redaksi

Share

Copy Link

Batalkan