kingsheadwye.com

Iran akan tutup Hormuz selama Trump dan Netanyahu berkuasa

Iran akan tutup Hormuz selama Trump dan Netanyahu berkuasa

Jumat, 18 September 2026 12:12 WIB

Image Print

Sejumlah kapal dagang milik Iran dan negara lain masih berlabuh di Selat Hormuz, Bandar Abbas, Iran, pada 10 September 2026. Menyusul pengumuman Teheran bahwa selat tersebut akan tetap ditutup di tengah ketegangan yang terus berlangsung antara AS dan Iran, ketidakpastian mengenai lalu lintas kapal masih berlanjut di salah satu titik transit energi dan perdagangan paling krusial di dunia. ANTARA/Fatemeh Bahrami - Anadolu Agency /pri.

Teheran (ANTARA) - Iran tidak akan membuka kembali Selat Hormuz selama Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu masih berkuasa, kata Mohammad Baqer Zolqadr, penasihat politik Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, Kamis (17/9).

“Para pejuang kami tidak akan membuka Selat Hormuz sampai Trump yang kriminal dan Netanyahu yang haus darah diturunkan dari kursi kekuasaan mereka, dan ini merupakan tahap pertama pembalasan bangsa Iran,” kata Zolqadr seperti dikutip kantor berita ISNA.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, yang kemudian dibalas Iran dengan serangan terhadap sasaran di pihak AS dan Israel.

Pada pertengahan Juni, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman mengenai penghentian permusuhan, tetapi tak lama kemudian permusuhan kembali berlangsung.

Saat ini, konflik tersebut belum terselesaikan. Namun, kedua pihak tidak sedang terlibat dalam pertempuran aktif, sementara AS mengandalkan tekanan ekonomi.

Eskalasi konflik tersebut hampir sepenuhnya menghentikan pelayaran melalui Selat Hormuz, yang merupakan jalur pasokan penting bagi minyak global, produk minyak bumi, dan gas alam cair.

Akibatnya, harga bahan bakar meningkat di sebagian besar negara.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

Pewarta : Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.