kingsheadwye.com

Israel kembali gempur Gaza meski Hamas setuju melucuti senja

Israel kembali melancarkan serangan udara ke sejumlah wilayah di Jalur Gaza pada Minggu (2/8), menewaskan sedikitnya 18 warga Palestina. Serangan terjadi hanya beberapa hari setelah Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan Hamas menyetujui rencana pelucutan senjata sebagai bagian dari upaya mengakhiri perang.

Dilansir dari Reuters, Senin (3/8), serangan menghantam Kota Gaza, Deir al-Balah di wilayah tengah, serta Khan Younis di bagian selatan. Otoritas kesehatan Palestina menyebut jumlah korban tewas dalam sehari itu menjadi yang tertinggi dalam beberapa pekan terakhir.

Serangan tersebut terjadi beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan adanya kemajuan dalam upaya menerapkan kembali kesepakatan gencatan senjata yang dicapai tahun lalu. Trump sebelumnya menyatakan Hamas dan kelompok bersenjata Palestina lainnya bersedia melucuti senjata.

Namun, Menteri Energi Israel Eli Cohen mengatakan hingga kini belum ada kesepakatan yang menghentikan serangan ke Gaza. Menurut dia, pemerintah Israel tetap memberikan kesempatan kepada Hamas untuk melucuti senjata, meski pesimis hal itu akan terjadi

"Dalam kesepakatan yang kami tandatangani dengan Amerika Serikat, posisi kami adalah Hamas harus dibubarkan. Itu adalah hal pertama yang harus terjadi," kata Cohen kepada Radio Angkatan Darat Israel.

Ia menambahkan, Israel kemungkinan akan mengambil alih seluruh wilayah Gaza apabila Hamas menolak melucuti senjata.

Pemerintah Israel juga menyampaikan keberatannya kepada Amerika Serikat terkait rencana pelucutan senjata Hamas. Juru bicara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Doron Spielman, mengatakan tidak ada tahapan lain yang dapat dijalankan sebelum Hamas benar-benar menyerahkan persenjataannya.

"Kekhawatiran paling penting bagi Israel adalah tidak ada yang bisa terjadi sebelum Hamas benar-benar dan sepenuhnya melucuti senjata," ujar Spielman.

Di lapangan, serangan Israel menghantam rumah warga, apartemen, tenda pengungsian, hingga sebuah mobil di beberapa wilayah Gaza. Otoritas kesehatan Palestina melaporkan satu keluarga yang terdiri atas pasangan suami istri dan anak mereka tewas dalam serangan di Khan Younis. Serangan lain di Kota Gaza juga menewaskan satu keluarga lainnya serta sejumlah warga sipil.

Militer Israel mengatakan salah satu serangan di Deir al-Balah menargetkan dua komandan pasukan elite Hamas, Nukhba. Sementara serangan di Kota Gaza dan Jabalia disebut menyasar personel militer Hamas, meski hasil operasi tersebut masih dalam proses verifikasi.

Di sisi lain, Hamas menegaskan tidak akan menyerahkan senjata sebelum Israel menghentikan seluruh operasi militer dan menarik pasukannya dari Gaza sesuai ketentuan dalam kesepakatan gencatan senjata.

Pejabat senior Hamas, Basem Naim, mengatakan kelompoknya telah menunjukkan "fleksibilitas yang cukup besar" dalam proses negosiasi. Namun, ia menuduh Israel sengaja meningkatkan intensitas serangan untuk menggagalkan proses politik yang sedang berlangsung.

"Eskalasi ini, yang terjadi bersamaan dengan kemajuan di jalur politik, dengan jelas menunjukkan bahwa pemerintah pendudukan berupaya menggagalkan upaya mengakhiri perang dan memaksakan fakta di lapangan melalui kekuatan," kata Naim.

Menurut otoritas kesehatan Gaza, sedikitnya 1.230 warga Palestina telah tewas akibat serangan Israel sejak gencatan senjata diumumkan pada Oktober tahun lalu. Sementara itu, Israel mencatat empat tentaranya tewas dalam periode yang sama.