kingsheadwye.com

Istana Buckingham Bantah Klaim Adik Putri Diana soal Raja Charles III

Ingrid Seward, pemimpin redaksi Majesty Magazine, menilai pernyataan istana itu sangat keras.

"Saya tidak ingat pernah ada pernyataan lain dalam sejarah komunikasi keluarga kerajaan belakangan ini yang setegas ini," katanya. "Jelas sekali ada emosi yang kuat di balik pernyataan tersebut."

Hubungan keluarga Spencer dan keluarga kerajaan telah lama tegang setelah kematian Diana, terutama karena Earl Spencer mempersoalkan perlakuan keluarga kerajaan terhadap kakaknya. Perselisihan itu banyak dibicarakan dan bahkan pernah diangkat dalam film "The Queen" serta serial televisi "The Crown".

Pada masa itu, banyak pihak menilai istana terlalu lambat merespons gelombang duka dari berbagai penjuru dunia atas kematian Diana. Besarnya reaksi publik membuat keluarga kerajaan harus mengakui bahwa Diana memiliki kedekatan khusus dengan masyarakat dan mampu menjalin hubungan dengan publik dengan cara yang sulit dilakukan anggota kerajaan lainnya.

Cara Pangeran William dan Pangeran Harry yang lebih terbuka dan peka dalam menunjukkan emosi kepada publik menjadi salah satu dampak yang bertahan dari masa tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, pendekatan serupa terlihat pada Raja Charles.

Charles, yang ketika itu berusia 32 tahun, menikahi Lady Diana Spencer yang berusia 20 tahun dalam upacara megah di Katedral St. Paul pada 1981. Keduanya berpisah pada 1992 dan resmi bercerai pada 1996.

Ketegangan dengan keluarga kerajaan terbaca pula dalam pidato Earl Spencer pada pemakaman kakaknya. Dalam pidato yang bernada tajam, Earl Spencer berjanji bahwa keluarga sedarah Diana akan meneruskan warisannya yang penuh imajinasi dan kasih sayang dalam membesarkan kedua putranya. Pidato tersebut secara luas dianggap sebagai sindiran terhadap keluarga kerajaan.

"Saya merasa keluarga Spencer dan keluarga kerajaan tidak akan pernah kembali berteman seperti beberapa abad lalu," kata Seward. "Dulu mereka sangat dekat, tetapi saya rasa mereka tidak akan kembali akrab dalam waktu dekat."

George Gross, sejarawan kerajaan dari King’s College London, mempertanyakan alasan Earl Spencer kembali mengungkit masa menyakitkan dalam sejarah keluarganya di hadapan publik.

"Kita sedang berbicara tentang kematian seseorang," katanya. "Pada dasarnya ini sangat menyedihkan dan saya harus mempertanyakan mengapa seorang adik sekarang kembali membahas semua itu dalam sebuah buku. Saya rasa publik tahu jawabannya."