kingsheadwye.com

Jepang hingga Arab Saudi Lirik Biochar Indonesia, Kualitas Jadi Sorotan

Liputan6.com, Jakarta - Asosiasi Biochar Indonesia Internasional (ABII) mendorong penguatan standar dan infrastruktur mutu biochar untuk mempercepat pengembangan industri biochar, carbon removal, dan pertanian cerdas iklim di Indonesia. ABII menilai penguatan standar menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan kepercayaan pasar dan memperkuat posisi biochar Indonesia dalam ekonomi karbon global.

Ketua Umum ABII Hashim Djojohadikusumo mengatakan, pengembangan biochar tidak hanya berkaitan dengan agenda lingkungan. Menurut dia, biochar dapat menjadi instrumen untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan mengembangkan ekonomi karbon Indonesia.

"Biochar bukan hanya solusi lingkungan, tetapi juga peluang strategis bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan membangun ekonomi karbon yang berdaya saing global. Kolaborasi adalah kunci agar potensi ini dapat diwujudkan secara nyata,” ujar Hashim di Jakarta, Senin (24/8/2026).

Ia bekerja sama untuk pengembangan standar biochar nasional, pembangunan laboratorium biochar bertaraf internasional, penguatan sistem pengujian dan pemantauan mutu, serta pengembangan skema sertifikasi.

Hashim menilai penguatan standar menjadi penting karena permintaan biochar dari pasar internasional terus berkembang. Ia menyebut konsumen Jepang dan perusahaan Jepang telah menunjukkan minat terhadap biochar Indonesia, sementara Arab Saudi juga membutuhkan biochar untuk mendukung program penghijauan di wilayah beriklim kering.

“Kita tidak memiliki banyak pasokan, tapi semua orang ingin membeli biochar kita. Bahkan konsumen Jepang dan perusahaan Jepang ingin membeli biochar kita,” kata Hashim.

Menurut Hashim, peningkatan permintaan tersebut harus diikuti kemampuan industri menjaga kualitas produk. Standar yang kredibel diperlukan agar biochar Indonesia memiliki kepastian mutu dan memperoleh kepercayaan dari pasar domestik maupun internasional.

“Kita harus memproduksi, dan harus memproduksi dengan kualitas yang tepat. Mari kita jaga kualitasnya,” ujarnya.