Kabar Baik! Minum 3-5 Cangkir Kopi Sehari Masih Aman untuk Jantung
Jakarta -
Minum kopi tak selalu buruk untuk kesehatan jantung. American Heart Association mengungkap batas aman minum kopi dan efek kafein bagi kesehatan tubuh.
Konsumsi kopi sering dianggap perlu dibatasi karena kandungan kafeinnya. Namun, penelitian terbaru menunjukkan minuman ini justru punya kaitan dengan kesehatan jantung.
American Heart Association mengungkap konsumsi kopi dalam jumlah tertentu masih aman bagi orang dewasa sehat. Bahkan, ada potensi manfaat untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, bukan berarti semua minuman berkafein punya efek sama. Cara menikmati kopi, jumlah konsumsi, dan kondisi tubuh tetap perlu diperhatikan.
Dikutip dari News Northeastern (1/8) berikut penjelasannya:
1. Minum Kopi Berkaitan dengan Kesehatan Jantung
Ilustrasi kopi. Foto: Getty Images/iStockphoto
Studi terbaru menunjukkan konsumsi kopi dalam jumlah tertentu bisa berkaitan dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah.
Pernyataan ilmiah dari American Heart Association (AHA) merangkum sejumlah penelitian tentang hubungan kopi, kafein, dan kesehatan jantung. Temuan ini memperkuat bahwa kopi tidak selalu menjadi musuh bagi jantung.
"Ini lebih merupakan koreksi mitos daripada penemuan baru," ujar Stephen Wood, pakar dari Northeastern University.
2. Batas Aman Minum Kopi
Orang dewasa sehat umumnya masih aman mengonsumsi 3-5 cangkir kopi ukuran 8 ons (sekitar 236 ml) per hari. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 400 mg kafein.
Namun, batas konsumsi kopi tetap bergantung pada kondisi tubuh setiap orang. Faktor seperti genetika, berat badan, hingga riwayat kesehatan bisa memengaruhi respons terhadap kafein.
"Batas aman bukan garis merah ketika cangkir keenam langsung berbahaya. Namun, empat hingga lima cangkir mungkin menjadi batas wajar bagi kebanyakan orang," kata Wood.
3. Kopi Mengandung Senyawa Positif
Ilustrasi minum kopi hitam Foto: Getty Images/Deagreez
Kafein memang dapat meningkatkan aktivitas sistem saraf sehingga membuat tubuh lebih waspada. Dalam jangka pendek, efeknya bisa meningkatkan detak jantung dan tekanan darah.
Namun, kopi juga mengandung berbagai senyawa lain yang memiliki efek antioksidan dan antiinflamasi. Kombinasi komponen tersebut dinilai dapat memberi dampak positif bagi kesehatan.
"Kopi adalah campuran kimia kompleks dengan senyawa yang tampaknya memiliki efek antioksidan dan antiinflamasi," jelas Wood.
4. Tidak Semua Minuman Berkafein Punya Efek Sama
Manfaat kopi dalam penelitian lebih banyak dikaitkan dengan kopi hitam, bukan semua jenis minuman berkafein. Tambahan gula, sirup, atau krimer bisa mengurangi manfaat yang didapat.
Kopi dengan campuran tinggi gula seperti minuman kopi kekinian perlu diperhatikan konsumsinya. Kandungan tambahan tersebut dapat memberi dampak berbeda bagi tubuh.
"Ini bukan berarti semua kafein baik untuk jantung. Temuan ini khusus membahas kafein dari kopi hitam," ujar Wood.
5. Energy Drink dan Kondisi Tertentu Perlu Diwaspadai
Ilustrasi kopi hitam. Foto: Getty Images/iStockphoto
Berbeda dengan kopi, minuman energi mengandung kadar kafein yang lebih tinggi. AHA mengingatkan konsumsi energy drink perlu lebih diperhatikan karena dapat berisiko bagi kesehatan jantung.
Selain itu, tidak semua orang dianjurkan menambah konsumsi kopi. Orang dengan tekanan darah tinggi, gangguan irama jantung, kecemasan, refluks asam lambung, atau ibu hamil perlu berkonsultasi terlebih dahulu.
"Jika seseorang memiliki gangguan irama jantung atau tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, ini bukan izin untuk mulai minum lebih banyak kopi," kata Wood.
Halaman 2 dari 3
Simak Video "Video: Saat Kopi Jadi Tren, Masih Adakah Masa Depan Teh Jawa Barat?"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/adr)