kingsheadwye.com

Kabupaten Sigi optimalkan IPRO guna percepat hilirisasi kakao dan kopi

Kabupaten Sigi optimalkan IPRO guna percepat hilirisasi kakao dan kopi

Rabu, 21 Oktober 2026 15:44 WIB

Image Print

Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi memimpin rapat penyusunan dokumen prastudi kelayakan potensi investasi Kabupaten Sigi di Bora, Kabupaten Sigi, Sulteng, Rabu (21/10/2026). ANTARA/Moh Salam

Sigi, Sulteng (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) mempercepat penyusunan dokumen studi kelayakan potensi investasi daerah melalui program Investment Project Ready to Offer (IPRO) dalam rangka meningkatkan hilirisasi komoditas unggulan seperti kakao dan kopi.

"Ini merupakan upaya dan langkah pemerintah daerah untuk menarik minat investor dalam rangka mendongkrak perekonomian daerah menjelang pembukaan peluang investasi pada 2027 mendatang," kata Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi di Bora, Sulteng, Rabu.

Ia mengemukakan metode dan program IPRO bisa memberikan manfaat bagi masyarakat untuk memetakan potensi lokal yang layak dipromosikan secara transparan kepada para investor.

"Intinya, kita mau mengundang investasi yang basisnya pertanian dan pariwisata sebagaimana visi dan misi daerah," ucapnya.

Ia menuturkan dalam dokumen studi kelayakan yang disiapkan, Kabupaten Sigi memiliki potensi besar pada sektor hilirisasi kakao.

"Harapannya ke depan ada investor yang tertarik membangun pabrik pengolahan kakao di Kabupaten Sigi," sebutnya.

Menurut dia, hasil pemetaan sementara bahwa rencana lokasi pendirian pabrik kakao diarahkan di dua wilayah potensial yang telah disesuaikan dengan peta Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) agar tidak terjadi tumpang tindih tata ruang, yakni di Desa Sidera dan Desa Oloboju.

"Ada sektor peternakan juga kami dorong di wilayah Karavatandau, Desa Sidondo I sebagai pusat atau area peternakan strategis di Kabupaten Sigi," kata dia.

Samuel menjelaskan melalui program IPRO, maka calon investor tidak hanya disajikan data luasan lahan, tetapi juga perhitungan analisis usaha yang komprehensif, termasuk estimasi keuntungan serta risiko jika berinvestasi di Sigi.

"Pelaksana utama program IPRO adalah Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPTSP) sebagai indikator utama dalam mempermudah pelayanan perizinan," ujarnya.

Ia menyebutkan penyusunan dokumen prastudi kelayakan potensi investasi di Kabupaten Sigi ditargetkan selesai akhir Desember.

"Awal 2027, pemerintah daerah sudah siap membuka seluas-luasnya peluang investasi ini dengan pendampingan langsung dari PTSP provinsi dan instansi terkait lainnya," tutur Samuel.

Pewarta : Moh Salam
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026