Nawaf/Indah berhasil menyingkirkan wakil China di Kudus Indonesia Masters
Nawaf/Indah berhasil menyingkirkan wakil China di Kudus Indonesia Masters
Rabu, 21 Oktober 2026 15:43 WIB
Ganda campuran Indonesia M. Nawaf Khoiriyansyah/Indah Cahya Sari Jamil saat menghadapi pasangan pasangan China Shen Xuan Yao/Zhang Jia Han pada babak 32 besar Indonesia Masters 2026 di GOR Djarum Arena Kaliputu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Rabu (21/10/2026). ANTARA/HO. Humas Indonesia Masters.
Kudus (ANTARA) - Ganda campuran Indonesia M. Nawaf Khoiriyansyah/Indah Cahya Sari Jamil berhasil mengatasi perlawanan pasangan China Shen Xuan Yao/Zhang Jia Han pada babak 32 besar Indonesia Masters 2026 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Rabu.
Pasangan unggulan kedelapan itu menang melalui pertarungan tiga gim dengan skor 18-21, 21-17, 21-18 setelah sempat kehilangan gim pertama.
"Bersyukur bisa menang, setelah di gim pertama kalah karena banyak bola yang seharusnya dimainkan aman, tetapi justru banyak mati sendiri. Seharusnya kami lebih fokus menjaga poin karena sudah sempat unggul, tetapi malah tersusul," kata Indah Cahya Sari seusai pertandingan yang berlangsung di GOR Djarum Arena Kaliputu, Kabupaten Kudus, Rabu.
Memasuki gim kedua, Nawaf/Indah berusaha memperbaiki permainan dengan meningkatkan tempo dan menjaga fokus. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan kemenangan 21-17.
Pada gim penentuan, pasangan Indonesia itu mampu mempertahankan momentum hingga memastikan kemenangan 21-18.
Terkait lapangan, kata Indah dirinya tidak mengalami kendala berarti dalam menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan. Selain sudah melakukan tes lapangan sebelum pertandingan, GOR Djarum Arena juga sudah dikenalnya karena pernah berlatih di tempat tersebut saat bergabung dengan PB Djarum.
Menurut dia kondisi pertandingan kali ini juga membuat mereka lebih nyaman menghadapi serangan lawan dibandingkan pertemuan sebelumnya.
"Pada pertemuan sebelumnya, kami kesulitan mengembalikan smash lawan. Kalau di sini, kami masih enak untuk mengembalikan serangannya," ujarnya.
Sebagai pasangan yang relatif baru, Indah mengakui komunikasi dan penyelarasan pola permainan menjadi hal penting. Sehingga dirinya berusaha lebih aktif memberikan arahan kepada Nawaf yang merupakan juniornya, sekaligus mencari solusi agar keduanya dapat bermain lebih padu.
"Kami kalau di luar lapangan memang sering bercanda. Namun, Nawaf kan junior saya, jadi saya harus lebih banyak memberi tahu dan lebih aktif mencari jalan keluar, bagaimana maunya saya dan bagaimana maunya Nawaf," ujarnya.
Indah menilai pasangan China yang mereka hadapi memiliki karakter permainan yang hampir sama dengan lawan yang ditemui pada Malaysia Super 100 sebelumnya. Meski pertandingan berlangsung cukup berat, namun status Nawaf/Indah sebagai pasangan baru juga memberikan keuntungan karena lawan belum sepenuhnya mengenali pola permainan mereka berdua.
Sementara itu, Nawaf mengatakan perubahan tempo permainan menjadi salah satu upaya untuk membalikkan keadaan setelah kalah pada gim pertama. Pada gim penentuan, mereka juga berusaha mengantisipasi servis dan serangan awal lawan agar tidak kehilangan banyak poin.
"Di gim kedua, kami mencoba mempercepat tempo. Di gim pertama, sebenarnya temponya sudah benar, tetapi pada poin-poin akhir kami kehilangan fokus karena servis satu-dua lawan bagus. Jadi, di gim ketiga kami mencoba melewati bola satu-dua mereka dan bermain bertahan," ujar Nawaf.
Ia menambahkan pola permainan pada gim ketiga tidak jauh berbeda dengan gim kedua. Keduanya berusaha menjaga konsistensi hingga berhasil mengamankan kemenangan.
Kemenangan tersebut menjadi modal bagi Nawaf/Indah untuk melanjutkan perjuangan di Polytron Kudus Indonesia Masters 2026, sekaligus membangun kekompakan sebagai pasangan ganda campuran yang masih mengembangkan pola permainan bersama.
Baca juga: Mutiara Ayu taklukkan wakil Jepang di Indonesia Masters 2026
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.