Kantor Pertanahan Bogor I beri jelaskan penggeledahan PTSL - ANTARA News Megapolitan
Kabupaten Bogor (ANTARA) - Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I Sontang Coin Manurung mengatakan penggeledahan Polda Metro Jaya di kantornya berkaitan dengan pencarian berkas PTSL 2019 yang belum ditemukan.
Sontang di Cibinong, Jumat, menjelaskan penyidik mencari sejumlah berkas program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2019 yang diperlukan dalam proses penyidikan.
“Peristiwa kemarin itu terkait pemeriksaan PTSL tahun 2019. Pada saat itu banyak berkas yang belum ditemukan,” kata Sontang.
Ia mengatakan sejumlah sertifikat dalam program tersebut tercatat telah terbit dalam sistem administrasi pertanahan. Namun, sebagian warkah atau dokumen yang menjadi dasar penerbitan sertifikat belum ditemukan di Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I.
“Secara sistem administrasi, sertifikat terbit. Namun, sebagian besar warkahnya memang belum kembali kepada kami,” ujarnya.
Menurut Sontang, penyidik kemudian melakukan penggeledahan untuk mencari berkas dan sertifikat yang dibutuhkan dalam proses penyidikan.
Ia memastikan pelayanan pertanahan kepada masyarakat tetap berjalan di tengah proses penyidikan tersebut.
Sontang juga menyampaikan komitmen untuk terus melakukan perbaikan pelayanan di Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I.
Sebelumnya, Subdirektorat Harta dan Benda Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menggeledah Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I serta dua lokasi lainnya di Cibinong dan Bojonggede, Rabu (9/9).
Kepala Subdirektorat Harta dan Benda Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Dermawan Kristianus Zendrato mengatakan penggeledahan tersebut berkaitan dengan penyidikan dugaan mafia tanah dalam program PTSL 2019.
Penggeledahan dilakukan untuk mengumpulkan barang bukti setelah penyidik memeriksa hampir 50 orang sejak Desember 2025.
Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor : Feru Lantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.