Green Farm Banyuwangi jadi tempat riset-inovasi pertanian modern - ANTARA News Jawa Timur
Banyuwangi (ANTARA) - Kawasan Green Farm Pusat Pelatihan Pertanian Terpadu di Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menjadi tempat riset dan inovasi pertanian modern.
Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Timur Arum Sabil menyampaikan kawasan Green Farm itu selain menghasilkan panen jagung hibrida juga menjadi tempat lahirnya inovasi benih jagung baru bernama Kolaborasi Inovasi Polri (KIP).
"Ini berkat sinergi Polda Jatim, Pemprov, Kwarda Pramuka Jatim, HKTI Jatim dan Pemkab Banyuwangi," kata Arum Sabil saat panen raya jagung kuartal III bersama Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Jumat.
Menurut dia, kolaborasi tersebut diharapkan terus berkembang dan tidak hanya untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Banyuwangi, tetapi juga mendukung penguatan ketahanan pangan di Jawa Timur dan nasional.
Arum Sabil memaparkan bahwa di Green Farm Banyuwangi itu tanahnya kurang bersahabat untuk budi daya tanaman jagung, namun saat ini mampu memproduksi benih unggul hingga menerapkan efisiensi penggunaan air secara signifikan.
Dia mengungkapkan untuk mengatasi di lahan kristis dan berbukit dan bergelombang serta jauh dari sumber air, sehingga tim ahli melakukan serangkaian riset bagaimana menghasilkan benih yang adaptif terhadap berbagai tantangan di lahan tersebut.
"Teman-teman petani yang effort-nya mungkin kurang, susah di sini. Nah, di sinilah kami berinovasi bagaimana bertani di tanah yang tidak begitu subur tapi bisa menghasilkan tanaman yang optimal," kata dia.
Dia menambahkan, di kawasan Green Farm itu tidak hanya menanam, tapi juga melakukan riset terhadap tanah untuk menjaga kesuburan, unsur hara, termasuk ekosistem mikrootganisme tetap terbangun.
Mengenai manajemen air, ujar Arum Sabil, juga menjadi fokus utama melalui penerapan teknologi irigasi tetes (drip irigation) dan perhitungan tekanan air yang tepat, sehingga penggunaan air dapat ditekan.
"Karena bagaimanapun pada akhirnya kita harus menjaga, dan harus berdaulat di bidang ketahanan air, ketahanan pangan, dan ketahanan energi. Tiga itu yang harus kita jaga," kata dia.
Arum Sabil menyampaikan berbagai inovasi teknologi di Green Farm itu merupakan karya anak muda, dan ke depan ini diharapkan menjadi pemantik minat anak muda terjun ke dunia pertanian.
"Kami mohon dukungannya teman-teman, bahwa bagaimana nanti syiar kebersamaan ini untuk membangkitkan anak-anak muda cinta pertanian," kata dia lagi.
Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.