Kemenbud dukung pengarsipan musik lewat Dana IndonesiaRaya
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kebudayaan mendukung upaya pelestarian dan pengarsipan musik klasik kontemporer Indonesia melalui penerbitan karya-karya komposer Indonesia dalam format piringan hitam atau vinyl. termasuk pada karya komposer musik instrumental Tony Prabowo.
“Arsip paling bagus adalah piring hitam karena memiliki ketahanan yang panjang apabila dirawat dengan baik,” jelas Menbud dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.
Kementerian Kebudayaan, kata dia, memberikan dukungan melalui skema Dana IndonesiaRaya untuk memperkuat keberlanjutan karya seni kebudayaan Indonesia.
Tony Prabowo memiliki perhatian terhadap pengembangan musik baru dan musik kontemporer di Indonesia.
Ia membentuk sebuah ensemble beranggotakan sekitar 16 orang yang secara khusus memainkan musik baru atau musik kontemporer.
Baca juga: Kemenbud dorong perkusi Nusantara dikenalkan ke dunia
Penerbitan tiga karya Tony Prabowo dalam satu set tiga vinyl juga diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk dokumentasi atas perjalanan musik klasik kontemporer Indonesia tersendiri.
“Karya-karya tersebut merupakan bagian dari perkembangan penciptaan musik Indonesia yang direkam dan diarsipkan dengan baik,” kata Menbud.
Tony Prabowo pada kesempatan yang sama menjelaskan bahwa karya-karyanya telah melalui perjalanan karier yang panjang sebagai komposer selama sekitar 40 tahun dan memiliki banyak karya.
“Untuk proyek yang akan direkam dan diterbitkan nantinya membutuhkan format penyimpanan yang memadai karena memiliki durasi musik yang panjang. Karena itu format vinyl menjadi pilihan yang sesuai,” jelasnya.
Kementerian Kebudayaan terus mendorong agar karya seni dan budaya Indonesia, termasuk musik klasik kontemporer, dapat terdokumentasi, dikembangkan, dimanfaatkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Melalui dukungan terhadap penerbitan karya Tony Prabowo, Kementerian Kebudayaan menempatkan pengarsipan musik sebagai bagian dari upaya pemajuan kebudayaan. Penerbitan vinyl bukan hanya menghadirkan kembali karya dalam bentuk fisik, tetapi juga menjaga jejak penciptaan, perjalanan komposer, perkembangan teknologi rekaman, serta sejarah musik Indonesia.
Baca juga: Suling Jiahu lantunkan lagu Indonesia jembatani pertukaran budaya
Baca juga: Indonesia-Norwegia perkuat hubungan melalui musik dan diplomasi
Baca juga: Menbud: Film memperkuat memori kolektif bangsa
Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.