kingsheadwye.com

Kapal LNG Kembali Lintasi Hormuz, Jepang Keluarkan 22 Kapal dari Teluk

Bagikan:

JAKARTA - Sejumlah kapal tanker gas alam cair atau LNG kembali melintasi Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir. Pergerakan ini terjadi saat kawasan itu masih dibayangi ketegangan baru di Timur Tengah.

Kyodo News dikutip Jumat, 10 Juli, melaporkan, data pelacakan kapal menunjukkan setidaknya lima tanker LNG kosong telah memasuki Selat Hormuz. Di saat yang sama, Pemerintah Jepang menyebut 22 kapal terkait Jepang sudah keluar dari kawasan Teluk sejak Selasa.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama pengiriman minyak dan LNG dunia. Perairan sempit ini terus dipantau perusahaan pelayaran dan pemerintah setelah Iran menyerang kapal komersial pekan ini, disusul serangan balasan Amerika Serikat ke Iran.

Ketegangan itu sempat mengurangi lalu lintas kapal di kawasan tersebut. Namun, data dari Kpler dan LSEG menunjukkan pergerakan kapal LNG mulai terlihat lagi.

Lima tanker LNG yang tercatat memasuki selat itu antara lain GasLog Shanghai, yang dikendalikan perusahaan pelayaran Yunani GasLog. Empat kapal lain terkait QatarEnergy, yakni Al Samriya, Al Dafna, Al Gattara, dan Al Rayyan.

BACA JUGA:


Data pelacakan menunjukkan GasLog Shanghai dan Al Rayyan kemungkinan masuk ke Selat Hormuz pada malam hari. Sebelumnya, kedua kapal itu terlihat berada di luar perairan tersebut pada 9 Juli.

Tiga kapal QatarEnergy lainnya terakhir terlihat di luar Selat Hormuz, di lepas pantai barat India, beberapa pekan lalu. Al Samriya dan Al Gattara terakhir terpantau sekitar 18-19 Juni, sedangkan Al Dafna pada 29 Juni.

QatarEnergy dan GasLog belum segera menanggapi permintaan komentar di luar jam kerja.

Di sisi lain, Jepang mempercepat keluarnya kapal-kapal yang terkait dengan negara tersebut dari kawasan Teluk. Menteri Transportasi Jepang Yasushi Kaneko mengatakan 22 kapal terkait Jepang, termasuk enam kapal tanker minyak mentah besar, melintasi Selat Hormuz untuk keluar dari kawasan itu pada 7-9 Juli.

Dengan pergerakan tersebut, hanya empat kapal terkait Jepang yang masih berada di kawasan Teluk.

Saat ditanya bagaimana keselamatan kapal-kapal itu dijamin, pejabat divisi pelayaran luar negeri Kementerian Transportasi Jepang menolak berkomentar. Alasannya, informasi itu menyangkut keamanan.

Jumlah kapal terkait Jepang di kawasan Teluk turun tajam sejak awal konflik. Menurut juru bicara Asosiasi Pemilik Kapal Jepang, sebelumnya ada 45 kapal dengan sekitar 1.100 awak di kawasan tersebut.

Kini, jumlah itu menyusut menjadi empat kapal dengan sekitar 100 awak.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+