Karantina pastikan produk jagung Sumut sesuai standar ekspor ke Jepang - ANTARA News Sumatera Utara
Medan (ANTARA) - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Utara (Sumut) memastikan 126 ton bonggol jagung memenuhi standar kesehatan dan keamanan tumbuhan guna memenuhi permintaan industri di Jepang.
Kepala Karantina Sumut N. Prayatno Ginting mengatakan sebelum bonggol jagung diberangkatkan ke Jepang, petugas melakukan pemeriksaan administrasi, fisik, hingga pengambilan sampel untuk pengujian laboratorium.
"Pemeriksaan dilakukan guna memastikan komoditas yang diekspor memenuhi persyaratan kesehatan tumbuhan dan terbebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK)," ujar Prayatno di Medan, Selasa.
Selain itu Karantina Sumut juga mengawasi pelaksanaan perlakuan fumigasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hasil pemeriksaan menjadi dasar penerbitan phytosanitary certificate atau sertifikat kesehatan tumbuhan sebagai salah satu dokumen persyaratan ekspor.
"Kami berkomitmen memberikan pelayanan sekaligus memastikan setiap komoditas dengan lalulintas memenuhi persyaratan karantina negara tujuan," katanya.
Pihaknya terus berupaya maksimal untuk mendorong ekspor agar berjalan lebih baik, lancar, dan aman, sesuai dengan persyaratan karantina.
Menurut Prayatno, pelayanan karantina yang profesional dan responsif menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran perdagangan sekaligus meningkatkan daya saing komoditas unggulan daerah.
Pengiriman bonggol jagung giling ke Jepang tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa komoditas pertanian asal Sumatera Utara memiliki peluang untuk terus dikembangkan di pasar internasional.
Karantina Sumut mencatat kinerja ekspor komoditas tersebut menunjukkan tren positif dari sisi nilai ekonomi. Sepanjang 2026 nilai ekspor bonggol jagung giling mencapai Rp1.089.039.000 dari lima kali pengiriman. Nilai tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025 yang mencapai Rp451.562.000 dari tujuh kali pengiriman.
Melalui pengawasan dan fasilitasi ekspor, Karantina Sumut berkomitmen memastikan komoditas Indonesia dapat memenuhi standar negara tujuan, sekaligus mendorong peningkatan nilai ekonomi bagi pelaku usaha dan daerah.
Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.