kingsheadwye.com

Karhutla Belum Jadi Bencana Nasional, Pemerintah Ungkap Alasannya

Moehamad Dheny Permana

| 13 Oktober 2026, 20:48 WIB

Karhutla Belum Jadi Bencana Nasional, Pemerintah Ungkap Alasannya

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman. - Akurat.co/Ayu Rachmaningtyas

AKURAT.CO Pemerintah menyatakan masih mampu menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Karena itu, pemerintah belum berencana meningkatkan status karhutla menjadi bencana nasional.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Dudung Abdurachman, usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/10/2026).

"Belum, belum. Masih mampu kita mengatasi," kata Dudung.

Ia menjelaskan, pemerintah terus mengerahkan sumber daya yang tersedia untuk menangani karhutla yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo menerima laporan mengenai perkembangan penanganan karhutla dari sejumlah pihak terkait, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Dudung menyebutkan, terdapat enam provinsi yang menjadi perhatian pemerintah. Dari wilayah tersebut, Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan menjadi dua fokus utama penanganan.

"Dari Bapak Presiden ada laporan dari Kepala BNPB itu ada enam provinsi yang menjadi konsentrasi dan dua provinsi seperti Kalimantan Tengah dengan Sumatra Selatan. Kemudian ada lagi yang menjadi prioritas di Kalimantan Tengah yaitu adalah Tanjung Puting atau sekitar Taman Nasional karena memang ini harus dilindungi karena ada satwa di situ," tuturnya.

Menurut Dudung, operasi pemadaman saat ini lebih banyak mengandalkan penanganan dari darat.

Sementara itu, pemadaman melalui jalur udara masih menghadapi kendala akibat asap tebal yang menyulitkan helikopter menjangkau lokasi kebakaran.

"Dan kemudian hasil laporan dari Kepala BNPB bahwa heli, operasional heli ini sudah dilaksanakan dan banyak lebih dominan kepada operasi darat ya karena memang sulit untuk dijangkau dari udara karena memang asapnya terlalu tebal," ungkapnya.

Di sisi lain, dampak karhutla terus dikeluhkan masyarakat. Kabut asap yang bertahan selama berhari-hari dinilai mengganggu aktivitas sehari-hari dan menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan.

Baca Juga: Prabowo Jadikan Karhutla Prioritas Utama, Minta Kebutuhan Pemadaman Segera Dilaporkan