kingsheadwye.com

Pemprov Jateng miliki 68.807 agen Perlinsos

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menyebutkan saat ini sudah memiliki sebanyak 68.807 agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang berperan membantu warga dalam mengakses layanan Perlinsos Digital untuk pendaftaran bantuan sosial.

Kepala Dinas Sosial Jateng Imam Maskur, di Semarang, Selasa, mengatakan mereka berasal dari beragam latar belakang, mulai dari kader dasa wisma, perangkat desa, polisi, tentara, pegawai pemerintah daerah, lurah, hingga masyarakat umum.

Ia mengatakan pihaknya memang mendorong masyarakat berkontribusi pada pemutakhiran data mandiri peserta Perlinsos.

Melalui portal https://perlinsos.kemensos.go.id/, warga bisa secara mandiri mengecek kelayakan data calon penerima bantuan sosial 2027.

Menurut dia, pengaktifan data Perlinsos bertujuan untuk menyaring kelayakan penerima bantuan, di antaranya Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Berdasarkan data hingga Senin (12/10), sebanyak 662.529 kepala keluarga (KK) telah didaftarkan melalui portal Perlinsos, dari total KK di Jateng yang mencapai 13.350.232 KK.

Untuk dapat mengakses data Perlinsos, kata dia, membutuhkan dua hal, yakni ponsel pintar dan KTP elektronik yang telah terhubung dengan aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Dengan kedua hal tersebut, warga dapat mengecek kelayakan data dan mendaftarkan diri sebagai calon penerima bantuan sosial pada 2027.

Baca juga: Gorontalo siapkan PPPK dan tenaga alih daya jadi agen Perlinsos

Ia menjelaskan pengajuan melalui portal Perlinsos Kemensos RI akan diverifikasi melalui pencocokan data kependudukan dan sejumlah basis data terkait.

Data tersebut meliputi Nomor Induk Kependudukan (NIK), Kartu Keluarga (KK), kepemilikan kendaraan pada Korlantas Polri, data pelanggan Perusahaan Listrik Negara (PLN), serta data aparatur sipil negara (ASN), TNI, dan Polri.

"Proses ini bertujuan memastikan bantuan sosial tepat sasaran. Hal ini juga selaras dengan arahan Gubernur Ahmad Luthfi," katanya.

Ia menegaskan masyarakat tidak dipungut biaya sepeser pun untuk proses pendaftaran maupun pengecekan data.

"Digitalisasi ini bertujuan agar pada 2027 tidak ada masyarakat yang seharusnya mendapat bantuan sosial tertinggal, atau tidak mendapat akses terhadap bansos," katanya.

Namun, kata dia, bagi keluarga miskin yang tidak mempunyai ponsel pintar bisa mendaftarkan diri melalui agen Perlinsos.

"Siapa pun bisa menjadi agen Perlinsos. Mereka bisa mendaftarkan tetangga kanan-kiri, saudara, atau orang lain, bahkan yang tinggal di kabupaten dan provinsi lain. Ini menunjukkan kepedulian kita terhadap perlindungan sosial," katanya.

Mereka yang ingin menjadi relawan agen Perlinsos bisa mendaftarkan diri melalui https://agent-perlinsos.kemensos.go.id/.

Baca juga: Agen Perlinsos dilatih intensif oleh Gugus Tugas KPTDP di Banyuwangi

"Mudah-mudahan dengan kerelaan hati masyarakat menjadi agen Perlinsos bisa membantu tetangga dan masyarakat umum. Dengan begitu, seluruh masyarakat Jateng yang layak menerima bantuan sosial dapat terdata dan diusulkan untuk memperoleh bantuan pada 2027," katanya.

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.