kingsheadwye.com

Karhutla Indonesia Buat Singapura hingga Malaysia Terdampak Kabut Asap, Bakom RI: Kita Minta untuk Mengerti

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Jakarta, VIVA - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia, membuat negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia terdampak kabut asap. Menyikapi hal ini, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, meminta kedua negara memahami kondisi yang disebutnya sebagai fenomena alam.

Baca Juga

Syahganda juga meyampaikan, bahwa pemerintahan Indonesia memahami keresahan negara tetangga akibat asap yang menyebar hingga ke wilayah mereka. Namun, ia menilai kebakaran yang terjadi saat ini bukan disebabkan oleh kesalahan manusia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Jadi, kita juga minta kepada semua tetangga kita untuk mengerti ini adalah di luar beyond human error, ini betul-betul alam,” ucap Syahganda di kantor Lemhannas, Jakarta, Sabtu (10/10/2026). 

Baca Juga

Selain itu, Syahganda menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Malaysia sejauh ini berjalan sangat baik. 

Menurutnya, pemerintah terus berupaya menjelaskan situasi karhutla beserta langkah-langkah penanganannya kepada negara-negara yang terdampak asap.

Baca Juga

Kemudian, Syahganda turut menyinggung kontribusi hutan Indonesia bagi negara tetangga. Ia menyampaikan bahwa hutan Indonesia tidak hanya dikaitkan dengan persoalan asap, tetapi juga dengan pasokan oksigen bagi kawasan sekitarnya.

“Kita bukan hanya mengirim asap, tapi kalau asapnya enggak ada, kita mengirim oksigen. Oksigen Singapura dan Malaysia itu kan datang dari hutan-hutan kita,” katanya.

Di sisi lain, Malaysia telah menyampaikan kekhawatiran terhadap kondisi kabut asap yang melanda negaranya. Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan mengatakan kualitas udara di negaranya telah melewati kategori tidak sehat dan mendekati indeks berbahaya.

Pemerintah Malaysia pun berharap pembahasan teknis dengan Indonesia mengenai operasi penanganan karhutla segera diselesaikan. 

Penyelesaian tersebut diperlukan agar Malaysia dapat mengirim tim untuk membantu memadamkan kebakaran yang memicu kabut asap lintas batas.

Mohamad mengatakan Presiden Indonesia Prabowo Subianto telah menyetujui tawaran bantuan dari Malaysia. 

Meski demikian, kedua negara masih membahas mekanisme operasi, termasuk cara pelaksanaan dan lokasi penempatan tim yang akan diterjunkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya berharap perundingan mengenai operasi ini, termasuk bagaimana dan di mana tim dari Malaysia dapat membantu, bisa segera diselesaikan,” ucapnya, Rabu (7/10/2026).

Masih lanjutnya menjelaskan, bahwa pemerintah Malaysia ingin persoalan teknis tersebut segera diputuskan agar tim bantuan bisa bergerak. Menurutnya, kebakaran yang meluas, terutama di Kalimantan, membutuhkan penanganan yang terkoordinasi.

Halaman Selanjutnya

“Kabut asap di negara kita sudah sangat parah. Sudah melewati kategori tidak sehat dan hampir masuk indeks berbahaya,” ujarnya.