Kasus ISPA dan diare di Pulang Pisau meningkat selama kabut asap
Kasus ISPA dan diare di Pulang Pisau meningkat selama kabut asap
Senin, 28 September 2026 06:08 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau, dr Ellyana. ANTARA/Dita Marsena
Pulang Pisau (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah mencatat setiap hari ada masyarakat yang terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare di delapan kecamatan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Akumulasi laporan dari seluruh Puskesmas, RSUD Pulang Pisau dan Posko Karhutla dan Puskesmas Pulang Pisau masih menempati urutan teratas dalam penanganan kasus ISPA dan diare,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau dr Ellyana di Pulang Pisau, Senin.
Dia mengatakan saat ini peningkatan kasus ISPA dan diare menjadi perhatian pemerintah daerah. Kasus ISPA ini adalah kasus yang menjadi perhatian karena kualitas udara yang terus memburuk ketika kabut asap akibat karhutla masih terjadi di sejumlah kecamatan.
“Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi udara dan menjaga kesehatan,” kata Ellyana.
Ia mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara sedang dipenuhi kabut asap. Khususnya bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
Menurut dia, masyarakat perlu menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar rumah. Penggunaan masker diperlukan untuk mengurangi paparan asap dan partikel yang dapat masuk ke saluran pernapasan.
“Masyarakat perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan salah satunya olahraga di luar, jika terpaksa keluar untuk bekerja, gunakan masker dan banyak minum air putih,” ujar Ellyana.
Ellyana juga meminta masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan gangguan pernapasan. Keluhan tersebut seperti batuk, pilek, sesak napas, tenggorokan terasa sakit, atau gejala lainnya.
Ia menegaskan, upaya pencegahan perlu dilakukan bersama dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Masyarakat juga diimbau memperbanyak konsumsi air putih serta memastikan lingkungan tempat tinggal memiliki sirkulasi udara yang baik.
Menurutnya, di tengah penanganan karhutla yang masih berlangsung, Dinas Kesehatan setempat terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kasus ISPA. Perkembangan kasus tersebut menjadi salah satu perhatian dalam melihat dampak paparan asap terhadap kesehatan masyarakat.
Baca juga: Disperkimhub Pulang Pisau ingatkan keselamatan transportasi di tengah bahaya kabut asap
Baca juga: Pemkab Pulang Pisau data masyarakat terdampak karhutla
Baca juga: Pangdam XXII/Tambun Bungai bantu Pulang Pisau dua unit sumur bor
Pewarta : Adi Waskito/Dita Marsena
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.