Kejar Pertumbuhan 6 Persen, Purbaya Pastikan Jaga Defisit RAPBN 2027 di 2,4 Persen |Republika Online
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah menargetkan ekonomi Indonesia tumbuh 6 persen pada 2027 dengan tetap menjaga defisit anggaran sebesar 2,40 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Target tersebut menjadi arah kebijakan ekonomi dan fiskal dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, strategi ekonomi dan fiskal 2027 dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Langkah itu sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah ketidakpastian global.
"Dengan mencermati perkembangan ekonomi terkini serta prospek ke depan, arah kebijakan ekonomi dan fiskal tahun 2027 dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujar Purbaya dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI mengenai Pengantar Asumsi Dasar dalam RUU APBN 2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026).
Dalam RAPBN 2027, pendapatan negara direncanakan mencapai Rp 3.426 triliun, sedangkan belanja negara sebesar Rp 4.097,2 triliun. Dengan postur tersebut, defisit anggaran dijaga pada 2,40 persen terhadap PDB. Purbaya menyebut, pencapaian pertumbuhan 6 persen membutuhkan sinergi kebijakan antara pemerintah, Bank Indonesia, sektor keuangan, dunia usaha, dan pemerintah daerah.
"Diperlukan sinergi dan kolaborasi yang kuat antara kebijakan fiskal, moneter, sektor keuangan, dan dunia usaha sehingga masing-masing instrumen dapat bekerja secara optimal, proporsional, dan saling menguatkan," kata mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (DK LPS) itu.
Menurut Purbaya, pemerintah juga akan menjaga stabilitas ekonomi makro, terutama melalui pengendalian inflasi untuk mempertahankan daya beli dan konsumsi masyarakat. Pemerintah turut berupaya menjaga kondisi suku bunga tetap kompetitif untuk mendukung pembiayaan dan investasi.
Dari sisi fiskal, sambung dia, pemerintah melanjutkan reformasi melalui optimalisasi penerimaan negara, efisiensi dan refokusing belanja, serta pengalokasian anggaran yang lebih produktif dan berorientasi hasil. Pembiayaan defisit juga diarahkan dilakukan secara hati-hati dan berkelanjutan.
Selain itu, kata Purbaya, pemerintah mendorong sektor strategis, termasuk minyak dan gas bumi. Peningkatan lifting migas akan dilakukan melalui reaktivasi sumur tidak aktif, percepatan pengembangan cadangan, pemanfaatan teknologi, dan penguatan pengawasan.
Target pertumbuhan tersebut juga dibarengi sasaran kesejahteraan. Pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan 6-6,5 persen, tingkat pengangguran terbuka 4,3-4,87 persen, serta rasio gini 0,362-0,367. Indeks Modal Manusia ditargetkan naik menjadi 0,575.
"Dengan strategi ekonomi yang tepat dan kebijakan fiskal yang kuat, pemerintah optimistis perekonomian Indonesia pada tahun 2027 mampu tumbuh 6 persen dengan inflasi tetap terjaga," ujar Purbaya.