kingsheadwye.com

Kemenag Sulteng terapkan Kurikulum Berbasis Cinta cegah perundungan

Kemenag Sulteng terapkan Kurikulum Berbasis Cinta cegah perundungan

Minggu, 16 Agustus 2026 17:24 WIB

Image Print

Deklarasi Madrasah Ramah Anak dan Antiperundungan di Kota Palu, Sulawesi Tengah. ANTARA/HO-Humas Kemenag Sulteng

Kota Palu (ANTARA) - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tengah menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) untuk mencegah perundungan hingga kekerasan terhadap anak didik di lingkungan sekolah.

"Tidak ada lagi bentuk-bentuk kekerasan dan praktik tindakan kekerasan di madrasah. Paradigma pendidikan harus lebih humanis dan menggunakan pendekatan cinta," kata Kepala Kanwil Kemenag Sulteng Junaidin di Kota Palu, Minggu.

Junaidin mengatakan implementasi KBC harus diwujudkan dalam perilaku dan budaya di lingkungan madrasah. Perubahan tersebut dapat dilihat dari cara guru mendidik, peserta didik memperlakukan teman, hingga bagaimana madrasah menangani perbedaan serta mencegah perundungan dan kekerasan.

"Kita mendorong agar semangat madrasah ramah anak dan antiperundungan tidak berhenti pada deklarasi, tetapi menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari di madrasah," ucap dia.

Menurut dia, guru tidak hanya berperan sebagai pengajar tetapi juga harus mampu menghadirkan sikap sebagai orang tua dalam mendampingi peserta didik. Hal tersebut menjadi bagian penting dari penerapan nilai Panca Cinta, khususnya cinta kepada diri dan sesama manusia.

"Kita berharap madrasah menjadi ruang untuk menumbuhkan persaudaraan, toleransi, gotong royong dan penghormatan terhadap keberagaman," ujar dia.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sulteng Muh Syamsu Nursi mengatakan pemerintah terutama Kemenag terus berupaya menciptakan lingkungan madrasah yang aman dan bebas dari perundungan.

Implementasi KBC diharapkan menjadi solusi konkret guna mewujudkan lingkungan pendidikan yang nyaman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.

"Madrasah harus menjadi tempat yang memberikan rasa aman kepada setiap peserta didik untuk belajar, tumbuh, berkembang dan mengekspresikan potensi dirinya," ujarnya.

Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026