kingsheadwye.com

Kemendag Dorong Produk RI Tembus Pasar Global Lewat Strategi Desain

Atas dasar itu, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menggelar rangkaian Design & Market Trend Sharing Session bertajuk "Dasa Daya" sepanjang Juli hingga Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan satu dekade Indonesia Design Development Center (IDDC) sekaligus upaya memperkuat daya saing ekspor melalui pendekatan desain berbasis kebutuhan pasar.

Baca Juga: Apa Itu NPPKP? Pengertian, Fungsi, dan Perbedaannya dengan PKP yang Wajib Dipahami Pelaku Usaha

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi mengatakan, informasi pasar yang dikumpulkan para perwakilan perdagangan (Perwadag) RI di luar negeri menjadi modal penting agar pelaku usaha tidak lagi mengembangkan produk berdasarkan asumsi.

"Perwadag RI adalah mata dan telinga Indonesia di pasar global. Sinergi antara informasi pasar yang mereka kumpulkan dan kekuatan desain nasional akan mempercepat produk Indonesia naik kelas, serta semakin kompetitif di pasar internasional," ujar Puntodewi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Menurutnya, data yang diperoleh dari perwakilan perdagangan kemudian diolah menjadi panduan yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha maupun desainer ketika mengembangkan produk ekspor.

Kemendag menyusun sedikitnya delapan indikator utama yang menjadi basis penyusunan design brief. Delapan indikator tersebut meliputi kondisi geografis pasar, karakter demografi, kebiasaan berbelanja, persona konsumen, gaya hidup, arah estetika visual dan sensorik (taste and moodboard), sertifikasi dan kepatuhan, hingga standar kemasan.

"Kami kelompokkan informasi pasar menjadi delapan indikator utama untuk memperkuat kolaborasi. Penguatan kolaborasi antara perwadag RI dan ekosistem desain nasional menjadi langkah penting untuk menghasilkan produk yang berkualitas yang sesuai dengan preferensi konsumen di negara tujuan ekspor," kata Puntodewi.

Sepanjang Juli 2026, webinar telah membahas karakteristik pasar Amerika Serikat, Eropa, Jepang, Korea Selatan, hingga Tiongkok dengan menghadirkan para atase perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di berbagai negara.

Pada Agustus mendatang, pembahasan akan diperluas ke kawasan Asia Tenggara, Afrika, dan Timur Tengah sehingga pelaku usaha memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kebutuhan konsumen di berbagai kawasan ekspor potensial.

Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag Ari Satria mengatakan, desain kini tidak lagi dipandang sebagai pelengkap produk, melainkan instrumen strategis untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing.

Baca Juga: Kementerian UMKM: Pelaku Usaha Dapat Hak Negosiasi 90 Hari di Platform Digital

"Kami percaya desain merupakan sarana strategis untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global," ujar Ari.

Pandangan serupa disampaikan Atase Perdagangan RI di Tokyo Merry Astrid Indriasari. Menurutnya, pasar Jepang merupakan contoh negara yang memberikan perhatian besar terhadap nilai desain dan identitas sebuah produk.

"Memasuki usia yang kesepuluh di tahun ini, IDDC hadir tidak hanya sebagai ruang konsultasi desain dan pengembangan produk, tapi juga sebagai rujukan bagi produsen kreatif Indonesia dalam menguatkan identitas dan branding produk sehingga siap berkompetisi di pasar internasional, seperti contohnya pasar Jepang yang sangat menghargai peran desainer dalam menentukan nilai kekhasan suatu produk," katanya.

Kemendag berharap pendekatan berbasis data pasar tersebut mampu meningkatkan keberhasilan produk Indonesia memasuki pasar internasional sekaligus memperkuat kontribusi ekspor nasional.