kingsheadwye.com

Kemenhut-FAO luncurkan MERANTI modernisasi pemantauan hutan RI

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) resmi meluncurkan proyek Monitoring and Enhancement of Remote Sensing for National Forest Inventory (MERANTI) untuk modernisasi pemantauan hutan Indonesia.

“Data kehutanan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan, perencanaan pembangunan, pemantauan kondisi sumber daya hutan, evaluasi pengelolaan hutan, serta penyusunan berbagai laporan nasional dan internasional,” kata Direktur Jenderal Planologi Kehutanan Kemenhut Ade Tri Ajikusumah dalam keterangan bersama FAO di Jakarta, Jumat.

Adapun proyek senilai 4,83 juta dolar AS dengan dukungan Pemerintah Norwegia itu diharapkan dapat menghasilkan data hutan yang andal, lebih akurat, dan dalam waktu lebih singkat melalui IHN 2.0.

MERANTI diharapkan mampu menjangkau berbagai wilayah yang sebelumnya sulit dicakup, seperti kawasan pesisir mangrove dan hutan yang dikelola masyarakat.

Selain memfasilitasi Pemerintah Indonesia dalam merumuskan kebijakan aksi iklim berbasis bukti kuat, data hutan yang transparan dan kredibel juga akan memperluas akses Indonesia terhadap pendanaan iklim berbasis kinerja guna mempercepat pembangunan berkelanjutan dan rendah karbon.

“MERANTI mencerminkan komitmen bersama kita terhadap transparansi, pengambilan keputusan berbasis sains, dan aksi iklim yang efektif,” kata Penasihat Bidang Hutan dan Iklim untuk Kedutaan Besar Kerajaan Norwegia di Jakarta Esben Marcussen.

Proyek MERANTI akan berlangsung dari tahun 2026 hingga 2028. Melalui proyek itu, FAO akan mendukung Indonesia dalam pengumpulan data lapangan di setidaknya 500 klaster IHN di seluruh negeri, serta memadukannya dengan data satelit untuk menghasilkan analisis data yang komprehensif.

FAO juga akan memberikan dukungan teknis lebih lanjut untuk meningkatkan kapasitas pegawai pemerintah dalam pelaksanaan IHN dan analisis data, serta memastikan adanya penjaminan dan pengendalian mutu.

Baca juga: APHI: Pemegang PBPH laksanakan kesiapsiagaan karhutla

Portal web IHN yang baru juga akan diintegrasikan dengan aplikasi web Sistem Monitoring Hutan Nasional (SIMONTANA) milik Indonesia.

“Peran kami adalah membantu memperkuat dengan menghadirkan pengalaman, standar, serta pendekatan teknis berskala internasional, mendukung modernisasi penginderaan jauh dan sistem pemantauan nasional, dan melakukan transfer pengetahuan serta pengembangan kapasitas yang akan tetap ada di Indonesia,” ujar Perwakilan FAO di Indonesia dan Timor-Leste Rajendra Aryal.

Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026