kingsheadwye.com

Kemenhut Klaim Rata-rata Titik Panas Karhutla di 6 Provinsi Turun 11%, Ini Data Lengkapnya!

Jakarta, VIVA – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencatat rata-rata harian titik panas (hotspot) sebagai indikasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menunjukkan tren penurunan. Meski demikian, pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan dan melanjutkan penanganan secara serius.

Baca Juga

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, menyampaikan, berdasarkan data pemantauan hingga (13/10/2026), jumlah hotspot secara nasional menurun signifikan dibandingkan hari sebelumnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, kondisi tersebut tidak mengurangi intensitas upaya pengendalian karhutla yang dilakukan pemerintah. Sebab, masih ada beberapa wilayah yang perlu diberikan perhatian khusus.

Baca Juga

“Secara total enam provinsi (prioritas), ini ada penurunan 11 persen, dan memang perhatian khusus itu ada di Sumatera Selatan. Kalau kita bandingkan periode 17-30 September dan 1-13 Oktober, hotspot di Sumatera Selatan ada peningkatan 92 persen,” ujar Ristianto dalam konferensi pers, Rabu (14/10/2026).

Berdasarkan data pemantauan hingga pukul 21.00 WIB pada 13 Oktober 2026, akumulasi hotspot pada periode 1–13 Oktober tercatat sebanyak 7.519 titik, dengan puncak harian sebanyak 1.029 titik pada 8 Oktober 2026. 

Baca Juga

Sebagai pembanding, pada periode 17–30 September 2026, akumulasi hotspot mencapai 9.080 titik, dengan rata-rata 649 titik per hari dan puncak harian sebanyak 1.843 titik pada 20 September 2026.

Sementara, secara nasional, penurunan titik api tercatat signifikan dalam dua hari terakhir. Hal ini menunjukkan upaya pemerintah semakin masif untuk memadamkan titik api.

“Dan kalau dilihat per 13 Oktober ini, ada terjadi penurunan hotspot yang sangat signifikan dibanding 12 Oktober. Secara nasional turun dari 1.085 (titik) di 12 Oktober, menjadi 244 titik. Secara nasional, 24 jam terakhir turun 77,5 persen,” kata dia.

Selain melindungi masyarakat dan kawasan hutan, Kementerian Kehutanan juga memberikan perhatian terhadap satwa liar yang terdampak karhutla. 

Sepanjang Januari hingga (10/10/2026), Kementerian Kehutanan bersama para relawan dan organisasi masyarakat sipil (civil society organizations/CSO) telah menyelamatkan 232 individu satwa liar di enam provinsi prioritas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari jumlah tersebut, satwa yang berhasil diselamatkan terdiri atas 71 orang utan, 76 bekantan, 24 trenggiling, 15 monyet ekor panjang, 9 kukang, serta 37 satwa lainnya, termasuk lutung dan kucing.

“Kementerian Kehutanan tidak hanya fokus melindungi masyarakat, tetapi juga menyelamatkan satwa liar yang terdampak dari kejadian kebakaran hutan dan lahan,” jelas Ristianto.

Halaman Selanjutnya

Perhatian khusus juga diberikan terhadap penanganan karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Untuk mendukung upaya pengendalian di kawasan tersebut, Kementerian Kehutanan mengerahkan personel lintas instansi serta memperkuat dukungan operasional di lapangan.