BGN Siapkan Marketplace Pangan, Dapur MBG Wajib Beli 7 Komoditas Secara Online
Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:17 WIB
Jakarta, VIVA – Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan sistem pengadaan bahan pangan berbasis digital yang akan mempertemukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan produsen secara langsung. Melalui mekanisme ini, dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) nantinya diwajibkan membeli tujuh komoditas pangan melalui marketplace atau lokapasar daring.
Baca Juga
Kepala BGN Sudaryono mengatakan, platform tersebut direncanakan meluncur pada November atau Desember 2026. Kehadiran marketplace ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi harga sekaligus memperluas akses petani dan peternak terhadap pasar.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Insya Allah, mulai November atau Desember 2026 ini kami akan meluncurkan semacam marketplace di BGN. Dapur-dapur nantinya wajib membeli tujuh komoditas melalui marketplace secara daring sehingga harganya jelas dan sumber telur, ayam, serta dagingnya berasal dari peternak, termasuk melalui koperasi-koperasi peternak," kata Sudaryono dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2026.
Baca Juga
Pria yang akrab disapa Mas Dar itu menjelaskan, sistem pengadaan digital tersebut menjadi salah satu upaya untuk membenahi tata niaga pangan nasional. BGN ingin memastikan kebutuhan bahan pangan untuk dapur MBG dapat terhubung secara lebih langsung dengan hasil produksi petani dan peternak dalam negeri.
BGN Targetkan Harga Pangan Lebih Transparan
Baca Juga
Salah satu tujuan utama pengembangan marketplace pangan BGN adalah menciptakan transparansi harga dalam proses pengadaan bahan pangan untuk program MBG.
Melalui sistem daring, harga komoditas yang dibeli oleh dapur-dapur SPPG diharapkan dapat diketahui secara lebih jelas. Mekanisme ini juga diarahkan untuk mempertemukan kebutuhan dapur dengan produsen, sehingga proses pengadaan tidak hanya bergantung pada rantai distribusi yang panjang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selama ini, persoalan rantai pasok menjadi salah satu tantangan dalam memastikan produsen di tingkat hulu memperoleh harga yang sebanding dengan kondisi pasar. Petani dan peternak sebagai pihak yang menghasilkan bahan pangan perlu memiliki akses pasar yang memadai agar dapat memperoleh manfaat ekonomi dari permintaan yang tersedia.
Dengan adanya marketplace, BGN berupaya membangun sistem pengadaan yang lebih terbuka. Kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar untuk mendukung pelaksanaan MBG diharapkan dapat menjadi peluang pasar bagi produsen lokal.
Halaman Selanjutnya
BGN juga menekankan bahwa pengadaan pangan melalui platform digital bukan sekadar perubahan metode pembelian. Sistem tersebut diharapkan dapat memperbaiki hubungan antara produsen, pemasok, dan dapur pelaksana program, terutama dalam hal keterbukaan harga dan asal komoditas.