Kementerian UMKM dorong waralaba lokal ekspansi ke luar negeri - ANTARA News Gorontalo
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong pengembangan franchise atau waralaba lokal agar tidak hanya memperluas pasar di dalam negeri, tetapi juga mampu berekspansi ke pasar internasional melalui sistem bisnis yang terstandardisasi.
Dalam Pameran Info Franchise and Business Concept (IFBC) 2026 di Surabaya, Jumat, Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman mengatakan waralaba dapat menjadi jalur akselerasi bagi UMKM untuk meningkatkan skala usaha karena model tersebut tidak hanya mengandalkan kekuatan merek, tetapi juga sistem bisnis yang dapat direplikasi.
“Franchise ini seharusnya menjadi strategi bisnis. Komitmen Kementerian UMKM adalah bagaimana franchise Indonesia tidak hanya berjaya di dalam negeri, tetapi juga mampu berkembang ke luar negeri,” katanya dikutip dari keterangan pers kementerian di Jakarta, Jumat.
Menurut Bagus, waralaba mencakup standardisasi, strategi pemasaran, penguatan merek, hingga mekanisme ekspansi, sehingga pengusaha yang telah memiliki model bisnis kuat dapat memperluas jangkauan tanpa harus membangun seluruh jaringan usaha secara mandiri.
Ia mengatakan perkembangan waralaba di Indonesia juga semakin beragam dan tidak lagi didominasi sektor makanan dan minuman, tetapi telah mencakup pendidikan, kesehatan, kecantikan, dan jasa.
Kementerian UMKM, lanjutnya, berkomitmen memperkuat ekosistem waralaba nasional, termasuk mendorong lebih banyak merek lokal memenuhi persyaratan dan memiliki Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) agar siap berekspansi ke pasar internasional.
Data Kementerian Perdagangan per April 2026 mencatat terdapat 169 pemberi waralaba lokal dan 163 pemberi waralaba asing yang telah memiliki STPW di Indonesia.
Untuk memperkuat kesiapan UMKM, Kementerian UMKM mengintegrasikan pengembangan waralaba dengan program pemberdayaan UMKM, termasuk melalui penguatan standardisasi, pembiayaan, pendampingan, dan perluasan pasar.
Bagus mengatakan pengembangan Holding UMKM Berbasis Klaster juga diarahkan untuk menempatkan usaha menengah sebagai anchor yang mengintegrasikan UMKM ke dalam rantai pasok industri.
Menurut dia, model tersebut dapat membantu UMKM meningkatkan standardisasi mutu dan kapasitas produksi sehingga memiliki fondasi lebih kuat untuk dikembangkan melalui pola waralaba.
“Setelah teruji di dalam negeri, holding UMKM dapat berkembang menjadi master franchisor Indonesia, sehingga yang diekspor bukan hanya produknya, tetapi juga sistem bisnisnya,” jelas Bagus.
Ia mengatakan pengembangan waralaba perlu ditempatkan dalam ekosistem pemberdayaan yang menghubungkan penguatan merek, standardisasi, pembiayaan, pendampingan, pemasaran, hingga perluasan pasar.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kementerian UMKM dorong waralaba lokal ekspansi ke luar negeri
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.