kingsheadwye.com

Kemnaker Sebut Program Magang Nasional Jadi Solusi Kesenjangan Pengalaman Kerja Lulusan Baru

matamata.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menilai program Magang Nasional (MagangHub) menjadi instrumen strategis untuk menjembatani lulusan baru (fresh graduate) perguruan tinggi menuju dunia kerja. Program ini hadir guna mengatasi tantangan utama lulusan muda yang kerap terbentur syarat pengalaman saat melamar pekerjaan.

Kepala Biro Humas Kemnaker, Faried Abdurrahman Nur Yuliono, menyatakan bahwa program ini dirancang bukan sekadar penempatan peserta, melainkan proses pembelajaran kerja yang terstruktur.

"Kemnaker memandang program Magang Nasional sebagai salah satu instrumen penting untuk menjembatani transisi lulusan perguruan tinggi dari dunia pendidikan ke dunia kerja," ujar Faried saat dihubungi di Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Faried menjelaskan, pemerintah memahami adanya kesenjangan antara kompetensi dari pendidikan formal dan kebutuhan riil industri. Banyak lulusan baru menghadapi situasi dilematis ketika lowongan kerja mensyaratkan pengalaman, sementara mereka belum memiliki ruang untuk meraihnya.

"Di titik inilah program Magang Nasional hadir sebagai jembatan," kata Faried.

Melalui program ini, peserta berkesempatan menimba pengalaman kerja nyata selama enam bulan. Selama masa magang, peserta mendapatkan bimbingan mentor, memahami budaya kerja, mengasah kompetensi teknis maupun nonteknis, serta membangun portofolio dan jejaring profesional.

"Dengan pengalaman tersebut, peserta diharapkan tidak hanya lebih siap mencari kerja, tetapi juga lebih siap bertahan, beradaptasi, dan berkembang di tempat kerja," tambahnya.

Proses pendaftaran peserta Magang Nasional Tahun 2026 Tahap II sendiri telah resmi ditutup pada 8 September 2026. Saat ini, tahapan seleksi peserta tengah berlangsung hingga 15 September 2026, dan hasilnya akan diumumkan pada 18 September 2026.

Peserta yang lolos seleksi dijadwalkan mulai menerjunkan diri di dunia kerja pada 21 September 2026. Program tahap kedua ini merupakan bagian dari target total 150 ribu peserta sepanjang tahun 2026, dengan alokasi kuota 50 ribu peserta pada setiap angkatan. (Antara)

Baca Juga: Saat Syuting 'Penghuni Rumah Warisan', Bastian Steel Ungkap Kengerian dan Kekocakan