Kepala BNN: Lindungi generasi muda dari narkoba demi kedaulatan negara
Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengatakan pelindungan generasi muda dari ancaman narkoba diperlukan demi menjaga kedaulatan negara di masa depan.
Saat memberikan kuliah umum di Universitas Pertahanan (UNHAN), Bogor, Jawa Barat, Kamis (24/9), ia menyampaikan melindungi generasi muda dari ancaman narkotika merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
“Jika generasi muda terpapar zat adiktif, maka cita-cita Indonesia Emas tidak akan dapat tercapai dan potensi sumber daya manusia yang unggul tidak akan ada gunanya," kata Komjen Pol. Suyudi, seperti dikutip dari keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Menurutnya, UNHAN memiliki posisi strategis karena tidak hanya mendidik generasi muda secara intelektual, tetapi juga membentuk calon pemimpin dengan nilai nasionalisme, integritas, disiplin, dan bela negara.
Karenanya, kata dia, menjaga agar para kadet UNHAN agar tidak terpapar penyalahgunaan narkotika menjadi hal yang sangat penting.
Kepala BNN RI memaparkan ancaman narkotika terus berkembang dengan menyasar kelompok usia produktif melalui berbagai modus, termasuk penyamaran zat berbahaya dalam produk yang dekat dengan gaya hidup generasi muda seperti vape atau rokok elektrik.
Berdasarkan survei nasional BNN bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) periode 2023–2025, prevalensi penyalahgunaan narkotika secara keseluruhan mencapai 2,11 persen atau sekitar 4,15 juta penduduk usia 15–64 tahun, dengan kelompok usia 15–24 tahun tercatat sebagai prevalensi tertinggi yaitu sebesar 2,53 persen.
Menghadapi kondisi tersebut, dirinya mengajak para kadet UNHAN menjadi bagian dari upaya pencegahan dengan membangun ketahanan diri dan lingkungan kampus.
Dia menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agent of change (agen perubahan), social control (kontrol sosial), sekaligus calon pemimpin yang mampu menjaga integritas dan menolak segala bentuk penyalahgunaan narkotika.
Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Rektor I UNHAN Priyanto mengatakan ancaman narkotika tidak lagi dapat dipandang semata sebagai persoalan kesehatan maupun hukum, tetapi juga berkaitan dengan ketahanan bangsa.
Oleh karena itu, dia berpendapat pembentukan karakter dan keteladanan perlu ditanamkan sejak dini kepada para kadet yang dipersiapkan menjadi calon pemimpin bangsa.
"Pemimpin yang kuat bukan hanya harus cerdas, tetapi juga membutuhkan karakter,” tutur Priyanto.
Peran strategis kadet mahasiswa Universitas Pertahanan (UNHAN) dalam membangun ketahanan generasi muda terhadap ancaman narkotika menjadi perhatian utama dalam kuliah umum yang mengangkat tema Peran Strategis Kadet UNHAN dalam Pencegahan Narkoba tersebut.
Kuliah umum menegaskan pentingnya membentuk calon pemimpin bangsa yang tidak hanya unggul secara akademik dan kepemimpinan, tetapi juga memiliki integritas serta keteguhan moral untuk menolak penyalahgunaan narkotika.
Kegiatan yang diselenggarakan BNN RI itu diharapkan tidak berhenti pada pemahaman para kadet, tetapi juga diwujudkan dalam komitmen untuk menjaga disiplin, integritas, serta menjadi kader pencegahan narkotika di tengah masyarakat.
Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.