kingsheadwye.com

Kesaksian Warga, Klinik Tempat Sutrimo Terkapar Lama Tak Beroperasi

Liputan6.com, Jakarta - Pagar besi itu tertutup rapat dan cat bangunan tampak memudar, sementara halaman depan terlihat lengang tanpa tanda-tanda aktivitas. Di bangunan itulah, seorang pria bernama Sutrimo ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan mulut berbusa.

Bangunan yang selama bertahun-tahun nyaris luput dari perhatian warga kembali menjadi sorotan publik.

Dedi, seorang petugas keamanan yang bertugas di sekitar lokasi menyebut klinik tersebut sebenarnya sudah lama tidak beroperasi. Menurut Dedi, kondisi klinik tidak beroperasi itu sejak pandemi Covid-19 melanda. Artinya, sudah lima tahun klinik tersebut tidak beroperasi.

"Lama banget, dari Corona aja," kata Dedi saat ditemui di sekitar lokasi, Senin (27/7/2026).

"Iya. Corona kan 5 tahunan ada," sambung Dedi.

Menurut Dedi, klinik tersebut hanya sempat beroperasi beberapa bulan sebelum akhirnya pandemi membuat aktivitasnya terhenti.

"Jadi sempat buka berapa bulan, kehajar Corona, stuck dia," ucap Dedi.

Sejak saat itu, menurut Dedi, bangunan tersebut hanya terlihat terkunci. Tidak pernah terlihat ada seseorang yang keluar maupun masuk ke area dalam klinik.

Oleh sebab itu, Dedi mengaku kaget mendengar peristiwa warga ada ditemukan tidak sadarkan diri di klinik tersebut. Bertahun-tahun seakan tidak ada aktivitas, kini dihebohkan karena ada seorang pria terkapar dengan mulut berbusa.

Dedi kembali memastikan selama bertugas di daerah tersebut tidak pernah melihat adanya aktivitas di dalam bangunan itu.

"Enggak ada, enggak ada aktivitas lah gitu,” kata Dedi.

Sementara itu, Deni, saksi lain yang sempat melihat peristiwa itu juga mengatakan bahwa klinik tersebut sudah tutup cukup lama. Selama ini, kata Deni, tidak pernah ada aktivitas di dalam gedung tersebut.

"Memang tutup sudah lama. Enggak ada aktivitas," kata Deni kepada wartawan di sekitar lokasi, Senin (27/7/2026).

Saat Sutrimo ditemukan Kamis (23/7/2026) pagi, Deni mengaku sempat melihatnya di pelataran klinik. Meski tak mendekat ke lokasi, dia ingat betul tubuh pria saat itu telentang dan ditutupi sprei.

"Telentang, saya lihat telentang. Dikasih sprei," ujar Deni.

Tiak hanya melihat tubuh telentang, Deni sempat melihat bahwa mulut pria itu berbusa. Namun, dia tidak dapat memastikan busa tersebut keluar dari mulut atau hidung karena jaraknya cukup jauh.

"Berbusa dari hidung aja apa dari mulut kali ya, enggak tahu. Soalnya dari jauh," kata dia.

Deni juga mengaku tidak mengetahui orang pertama menemukan Sutrimo maupun membawanya ke rumah sakit.

Saat tiba di lokasi, Deni hanya melihat kerumunan warga memadati sekitar klinik karena penasaran ingin menyaksikan langsung peristiwa cukup menghebohkan lingkungan tersebut.

Tidak lama kemudian, sebuah ambulans tiba di lokasi untuk mengevakuasi. Sejak proses evakuasi tersebut, Deni tidak lagi mengetahui kabar maupun kondisi pria tersebut.