kingsheadwye.com

Presiden Zelensky Klaim Ukraina Bertambah Kuat Tapi Tidak Cukup untuk Menghentikan Presiden Putin

Bagikan:

JAKARTA - Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan pada Hari Senin, Ukraina telah menjadi lebih kuat selama lebih dari empat tahun perang dengan Rusia, tetapi masih kekurangan kekuatan militer yang dibutuhkan untuk menghentikan Presiden Vladimir Putin.

Dalam wawancara dengan Sky News Presiden Zelenskyy mengatakan Ukraina telah memperluas produksi senjata dalam negerinya, termasuk drone dan rudal, dan melancarkan serangan jarak jauh di dalam Rusia untuk meningkatkan tekanan pada Moskow.

"Kita menjadi sekuat sekarang, tetapi tidak cukup untuk menghentikan Putin," katanya, melansir Anadolu (27/7).

Ia mengatakan kampanye serangan jarak jauh Ukraina bertujuan untuk membawa konsekuensi perang ke Rusia.

"Apa yang kami coba lakukan (adalah) membuat tantangan ini juga bagi Rusia, jika tidak, mereka tidak akan merasa bahwa perang ada di mana-mana, bukan hanya di Ukraina," kata Presiden Zelensky.

"Itulah mengapa kami memulai operasi serangan jarak jauh kami, hanya untuk merespons," tandasnya.

Presiden Zelensky juga mengatakan kemampuan serangan jarak jauh Ukraina yang semakin meningkat telah mengganggu pasokan bahan bakar dan logistik Rusia, meningkatkan tekanan pada Kremlin.

Lebih lanjut Pemimpin Ukraina mengatakan dukungan internasional yang lebih kuat tetap penting, menyerukan sanksi yang lebih ketat dan sistem pertahanan udara tambahan.

"Kita membutuhkan mitra yang kuat dan mitra harus lebih kuat dengan sanksi terhadap Rusia," katanya.

Ia mengklaim Presiden Putin sedang mempersiapkan putaran mobilisasi militer berikutnya setelah pemilihan regional Rusia pada bulan September.

"Saya mendapat informasi dari intelijen," klaim Presiden Zelensky, menambahkan Rusia dapat berupaya memobilisasi antara 300.000 dan 500.000 pasukan tambahan.

BACA JUGA:


Presiden Zelensky juga memperingatan Rusia memperdalam kerja sama militer dengan Korea Utara, Iran, dan China.

Menurutnya, Korea Utara dapat mengirim 30.000 tentara ke Rusia, sementara Iran mungkin menyediakan rudal tambahan.

Ia juga mengklaim China telah meningkatkan kerja sama dengan Moskow, termasuk dalam teknologi satelit.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+

Populer

Kapal yang Lintasi Selat Hormuz Gunakan Rute Iran Bukan Seruan AS

28 Juli 2026, 00:01

Serangan Drone ke Arab Saudi Bukan yang Pertama Berasal dari Irak

28 Juli 2026, 01:01