kingsheadwye.com

Khofifah dorong solusi jangka panjang penanganan kekeringan Lamongan - ANTARA News Jawa Timur

Lamongan (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong pencarian sumber air dan pengeboran sumur sebagai solusi jangka panjang penanganan kekeringan di Kabupaten Lamongan.

“Sebetulnya kami sudah melakukan berbagai upaya, salah satunya termasuk melakukan operasi modifikasi cuaca sejak awal September. Tapi, ada yang bisa kami lakukan secara lebih strategis ketika menemukan sumber-sumber air terdekat yang memungkinkan untuk bisa diakses dan ditarik ke titik-titik yang mengalami kekeringan,” ujarnya usai menyalurkan bantuan air bersih di Dusun Bulu, Desa Mantup, Kecamatan Mantup, Lamongan, Jumat.

Ia menjelaskan sumber air terdekat yang memungkinkan untuk dimanfaatkan perlu diidentifikasi, termasuk melalui pengeboran sumur di daerah yang berpotensi mengalami kekeringan. Air dari sumber tersebut selanjutnya dapat disalurkan menuju wilayah terdampak.

“Prinsipnya kami harus terus ikhtiar mencari solusi strategis,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, selain menawarkan solusi atau langkah jangka panjang untuk mengatasi kekeringan, Gubernur Jawa Timur Khofifah juga menyalurkan bantuan 1.500 liter air bersih dan sembako kepada 105 kepala keluarga atau sekitar 590 jiwa di Dusun Bulu.

Selain itu, 70 jeriken berkapasitas 15 liter, 150 tandon berkapasitas 1.200 liter juga disalurkan, serta bantuan air bersih senilai Rp61 juta untuk masyarakat terdampak. 

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan kekeringan saat ini berdampak pada 12 kecamatan dengan sekitar 42 dusun. Penyaluran bantuan air bersih dilakukan pemerintah kabupaten dan provinsi hampir setiap hari.

“Ada di 12 kecamatan sekitar 42 dusun, dan hari ini kita juga banyak menyalurkan air, hampir tiap hari baik dari pemerintah kabupaten juga dari pemerintah provinsi,” katanya.

Sementara itu, warga Dusun Bulu, Titik (30), mengatakan bantuan air sangat membantu kebutuhan rumah tangga. Ia menyebut harga air bersih yang dibeli warga mengalami kenaikan selama musim kemarau.

Harga air 5.000 liter, katanya, kini mencapai Rp140 ribu dari sebelumnya Rp120 ribu-Rp130 ribu, sedangkan air 8.000 liter mencapai Rp180 ribu dari sebelumnya Rp150 ribu.

Pewarta: Alimun Khakim
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.