kingsheadwye.com

Kisah Dimyani kembangkan ekspor pangan Indonesia ke Malaysia - ANTARA News Jawa Timur

Oleh Destyan H. Sujarwoko

Ibu adalah jimat satu-satunya untuk saya. Maka dari itu saya harus menjaga beliau

Tulungagung, Jawa Timur (ANTARA) - Sosok pengusaha asal Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Datuk Diraja Dimyani atau akrab disapa Kaji Dim, sukses mengembangkan usaha ekspor produk pangan UMKM Indonesia ke Malaysia melalui perusahaan Lestari Sadean International (LSI) yang telah beroperasi selama 22 tahun.

Kisah perjalanan usaha itu tertuang dalam buku otobiografi "Anak Desa Menyuapi Dunia"  yang diluncurkan bersamaan peringatan 22 tahun perjalanan usaha LSI.

Dalam paparan singkatnya, pengusaha yang memiliki nama asli Wachidal Mustofa Dimyani tersebut menjelaskan bahwa perjalanan usaha yang ia lakoni berawal dari keinginan memasarkan makanan khas dalam negeri kepada masyarakat Indonesia di Malaysia.

Pasar yang ia bidik di awal usaha adalah para pekerja migran yang merindukan produk pangan dari kampung halaman, Indonesia. Seiring waktu, usaha yang dia rintis berkembang pesat. 

Dimyani melalui perusahaan yang ia bangun kini telah memasarkan lebih dari dua ribu jenis produk atau stock keeping unit (SKU) yang mayoritas merupakan produk dari usaha mikro, kecil, dan menengah dari Tulungagung maupun luar daerah di Jatim serta beberapa daerah di Indonesia.

"Usaha ini tidak tumbuh serta merta langsung besar. Saya dan keluarga merintisnya dari nol. Saya mengembangkan apa yang sudah dimulai orang tua dengan menjadi pedagang keliling jajanan di Selangor, Malaysia," tutur Kaji Dim.

Dalam acara tersebut, Dimyani mengenang perjalanan hidupnya sejak tumbuh di Dusun Jeding Kidul, Desa Ariyojeding, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung, hingga membangun usaha lintas negara.

Kedua orang tuanya merantau sebagai pekerja migran Indonesia (PMI) di Selangor, Malaysia. Ketika itu ia masih kecil. Ayahnya seorang pedagang kacang keliling desa. sedangkan ibunya bekerja sebagai penjahit.

Pengalaman masa kecil tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter dan cita-cita Dimyani. 

Setelah menempuh pendidikan teknik mesin di ITN Malang, Dimyani berangkat ke Malaysia pada 9 Desember 2001 untuk mencari peluang kehidupan dan usaha.

Ia kemudian merintis perdagangan produk pangan Indonesia, mulai dari kerupuk dan sale pisang hingga makanan berbahan pangan lokal seperti tiwul, gatot, dan ampok. 

Produk-produk tersebut memiliki pasar di kalangan masyarakat Indonesia di Malaysia yang ingin menikmati makanan khas dari daerah asal.

Pada 12 Oktober 2004, Dimyani mendirikan CV Lestari Sadean Internasional di Tulungagung. 

Perusahaan tersebut kemudian berkembang menjadi perseroan terbatas dan menjadi bagian dari kelompok usaha "Ananda Lestari Group".

Materi buku Anak Desa Menyuapi Dunia mencatat pengiriman produk perusahaan mencapai sekitar 8–10 kontainer berukuran 40 kaki setiap bulan. 

Pengiriman dilakukan melalui Pelabuhan Surabaya, Jakarta, dan Belawan, dengan dukungan gudang di Tulungagung, Ciamis, dan Medan.

Dari keseluruhan muatan kontainer, sekitar 60 persen disebut berasal dari UMKM skala kecil, dan produk dari perusahaan besar yang belum memiliki agen resmi di Malaysia mengisi bagian lainnya.

Keterlibatan UMKM tersebut menjadi salah satu aspek yang menonjol dalam model bisnis yang dikembangkan Dimyani. 

Perusahaan tidak hanya memasarkan produk pangan, tetapi juga membuka jalur distribusi bagi produsen kecil untuk menjangkau konsumen di luar negeri.

Ia mengenang, perjalanan usaha itu tidak selalu berjalan lancar. Salah satu pengalaman yang membekas adalah kecelakaan truk pada 1 Mei 2016 ketika kendaraan pengangkut produk mengalami pecah ban di jalan tol menuju gudang baru di Penang, Malaysia. 

Truk tersebut terguling dan muatannya berhamburan, tetapi Dimyani selamat dari peristiwa tersebut. Kendala lain yang dihadapi salah satunya adalah pengiriman jalur laut.

Meski menghadapi berbagai rintangan, usaha tersebut tetap berkembang dan mencatat peningkatan aktivitas pengiriman selama pandemi COVID-19 pada 2020 dengan pengiriman hingga 20 kontainer dalam satu bulan.

Selain menjalankan usaha di sektor perdagangan pangan, Ananda Lestari Group juga mengembangkan usaha ritel dan logistik. 

Perusahaan tersebut, pada akhirnya juga merintis Yayasan Ananda Lestari Cemerlang yang menjalankan program beasiswa pendidikan bagi anak berprestasi dari keluarga kurang mampu serta pendampingan calon pekerja migran.

Peluncuran buku Anak Desa Menyuapi Dunia turut diarahkan untuk mendukung kegiatan sosial tersebut, dan hasil dari penjualan akan dimasukkan ke yayasan itu.

"Semoga buku ini bermanfaat untuk semuanya, dan penjualan buku ini kami masukkan ke yayasan," katanya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan penghargaan kepada ibunya yang dinilai berperan besar dalam perjalanan hidupnya.

"Ibu adalah jimat satu-satunya untuk saya. Maka dari itu saya harus menjaga beliau," katanya.

Ia turut mengingat pesan sang ibu agar selalu berserah diri kepada Allah dan tidak bersikap sombong ketika mencapai keberhasilan.

Melalui buku tersebut, Dimyani mendokumentasikan perjalanan dari keluarga sederhana di Tulungagung hingga membangun usaha ekspor pangan. 

Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.