KKP bangun 14 Kampung Nelayan Merah Putih di Papua Tengah - ANTARA News Papua Tengah
Nabire (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada tahun ini telah menyetujui pembangunan 14 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Provinsi Papua Tengah.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Tengah Carlos Matuan di Nabire, Rabu mengatakan 14 lokasi tersebut tersebar di Kabupaten Nabire sebanyak enam lokasi dan Kabupaten Mimika delapan lokasi.
"Karena di Provinsi Papua Tengah yang memiliki wilayah pesisir pantai hanya Nabire dan Mimika maka KNMP disetujui di dua kabupaten tersebut,” katanya.
Ia mengatakan, awalnya pihaknya mengusulkan 12 calon lokasi di Kabupaten Nabire, namun setelah dilakukan verifikasi disetujui enam lokasi.
Sedangkan di Kabupaten Mimika dari 19 calon lokasi yang diusulkan, hasil verifikasi menyetujui delapan lokasi.
Ia mengatakan seluruh lokasi yang telah disetujui mulai dibangun pada tahun ini dengan pembiayaan dan pelaksanaan pembangunan fisik bersumber dari KKP, sementara pemerintah daerah berperan sebagai penyedia lahan.
Fasilitas yang direncanakan dibangun antara lain dermaga, gudang pendingin (cold storage), pabrik es dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) guna mendukung kegiatan penangkapan dan penyimpanan hasil perikanan.
Dengan adanya fasilitas tersebut, hasil tangkapan nelayan dapat disimpan dengan baik sehingga kualitas ikan tetap terjaga sebelum dipasarkan.
Menurut dia, pembangunan KNMP menjadi bagian dari program pemerintah untuk mengembangkan kawasan pesisir sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat nelayan.
Ia mengatakan, 14 lokasi tersebut telah memenuhi persyaratan lahan yang ditetapkan pemerintah pusat dan status lahan telah clear and clean untuk pembangunan.
"Persoalan lahan untuk 14 lokasi di Nabire dan Mimika sudah selesai dan secara resmi telah diserahkan kepada KKP," ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah pusat mensyaratkan ketersediaan lahan sekitar seperempat hingga setengah hektare untuk setiap lokasi pembangunan KNMP.
Persyaratan tersebut menjadi salah satu tantangan dalam pemenuhan kuota KNMP di Tanah Papua karena sebagian lahan pesisir merupakan tanah adat, tanah klan, maupun milik perseorangan.
Menurut Carlos, kuota pembangunan KNMP untuk seluruh Tanah Papua mencapai 200 lokasi. Namun, kuota tersebut belum seluruhnya terserap karena masih terdapat kendala penyediaan lahan di sejumlah daerah.
"Provinsi Papua Tengah masih memiliki peluang menambah lokasi pada tahun berikutnya karena kuota 200 lokasi untuk Tanah Papua belum sepenuhnya terserap," katanya.
Ia mengatakan enam KNMP di Nabire akan dikembangkan di kawasan pesisir yang dekat dengan wilayah perkotaan, sedangkan delapan lokasi di Mimika tersebar di sejumlah kawasan pesisir, termasuk Pomako serta wilayah Timika Barat dan Timika Barat Timur.
Pemerintah daerah berharap pembangunan KNMP dapat membuka akses yang lebih baik bagi masyarakat pesisir terhadap sarana pendukung usaha perikanan serta mendorong kegiatan ekonomi berbasis sumber daya kelautan.
Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.