PKK Kalbar gandeng IPEMI perkuat ekonomi perempuan - ANTARA News Kalimantan Barat
Pontianak (ANTARA) - Ketua TP PKK Kalimantan Barat Erlina Ria Norsan menggandeng Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan melalui peningkatan kapasitas, digitalisasi, legalitas, dan akses permodalan.
"IPEMI bukan hanya sebagai organisasi yang menghimpun para pengusaha muslimah, tetapi IPEMI adalah rumah untuk bertumbuh, rumah tempat perempuan saling menguatkan ketika menghadapi tantangan, rumah tempat pengalaman dibagikan, peluang dipertemukan, dan usaha kecil didorong untuk naik kelas," kata Erlina yang juga Penasehat PW IPEMI Kalbar saat menghadiri Pelantikan Pengurus IPEMI Kalbar Masa Bakti 2026–2031 yang dirangkaikan Muswil II PW IPEMI Kalbar di Pendopo Kalbar, Rabu.
Erlina mengatakan perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan, tidak hanya sebagai ibu dan penggerak sosial, tetapi juga sebagai pelaku usaha yang mampu menciptakan lapangan kerja serta menggerakkan perekonomian keluarga dan daerah.
Menurut dia, IPEMI harus menjadi ruang bersama bagi pengusaha muslimah untuk meningkatkan kapasitas, memperluas jejaring, berbagi pengalaman, dan mendorong usaha kecil agar berkembang menjadi lebih besar.
Erlina juga mengingatkan pengusaha perempuan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi karena persaingan usaha kini semakin luas melalui ekosistem digital. Peningkatan kemampuan harus diikuti penguatan produk, manajemen, pemasaran, legalitas, sertifikasi, dan akses permodalan.
Ia mengatakan TP PKK Kalbar terus membuka kolaborasi dengan berbagai pihak untuk membantu UMKM memperoleh legalitas usaha dan memperluas akses digital, termasuk melalui fasilitasi Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat halal, dan QRIS secara gratis.
“Kami PKK ini turun ke lapangan ada namanya kolaborasi untuk pelayanan NIB, sertifikat halal, dan juga QRIS. Jadi, setiap turun ke lapangan, kami merangkul seluruh UMKM supaya bisa difasilitasi dan dibuatkan secara gratis,” katanya.
Selain legalitas, Erlina mengingatkan pengusaha perempuan agar melindungi produk melalui pendaftaran hak kekayaan intelektual sehingga karya dan inovasi yang telah dikembangkan tidak mudah ditiru atau diklaim pihak lain.
Ketua Umum IPEMI Nasional Inggrid Kansil mengatakan organisasi tersebut didirikan pada 2015 sebagai wadah pemberdayaan perempuan, khususnya dalam bidang ekonomi, sekaligus memberikan ruang dan mediasi bagi pengusaha muslimah untuk berkembang.
Menurut Inggrid, IPEMI kini telah hadir di 36 provinsi, sekitar 360 kabupaten/kota, serta memiliki jaringan di 17 negara, di antaranya Brunei Darussalam, Malaysia, Jepang, dan Belgia.
Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota IPEMI menjaga kebersamaan, memperkuat komunikasi, serta menjadikan organisasi sebagai sarana memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pewarta: Rendra Oxtora
Uploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.