kingsheadwye.com

KNMP wujud keberpihakan pemerintah terhadap nelayan

Lombok Timur, NTB (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Teluk Ekas, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat menjadi langkah strategis pemerintah dalam membangun ekosistem perikanan yang lebih modern, produktif, dan berpihak kepada nelayan.

"Program ini tidak hanya menghadirkan berbagai infrastruktur pendukung, tetapi juga dirancang untuk meningkatkan posisi tawar nelayan, memutus ketergantungan terhadap tengkulak, serta memperkuat ekonomi masyarakat pesisir," kata Zulkifli Hasan atau Zulhas di kawasan Teluk Ekas, Lombok Timur, Jumat.

Ia menilai persoalan utama yang selama ini dihadapi nelayan, adalah lemahnya posisi tawar dalam menjual hasil tangkapan.

"Keterbatasan fasilitas penyimpanan membuat ikan harus segera dijual setelah ditangkap. Akibatnya, nelayan kerap menerima harga yang rendah dari tengkulak dan tidak sedikit yang akhirnya terjerat utang berkepanjangan," ujarnya.

Melalui pembangunan KNMP, pemerintah menghadirkan berbagai fasilitas pendukung seperti pabrik es, cold storage, tempat pelelangan ikan, bengkel perahu, kios usaha, hingga koperasi nelayan.

"Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu mengubah pola usaha perikanan dari sekadar menjual hasil tangkapan menjadi sistem yang lebih efisien dan bernilai tambah," ucap Zulhas.

Menurutnya, keberadaan pabrik es dan cold storage akan memberi ruang bagi nelayan untuk menyimpan hasil tangkapan lebih lama sehingga tidak lagi terpaksa menjual ikan ketika harga sedang rendah.

Baca juga: Program KNMP tingkatkan kesejahteraan nelayan

"Kalau dulu ikan harus segera dijual karena takut busuk, sekarang nelayan memiliki pilihan. Ikan bisa disimpan terlebih dahulu sehingga harga jual-nya lebih menguntungkan," ujarnya.

Selain membangun infrastruktur, pemerintah juga memperkuat kelembagaan ekonomi melalui pembentukan Koperasi KNMP. Koperasi ini akan membeli hasil tangkapan nelayan dengan harga yang lebih layak sekaligus membantu pemasaran produk perikanan, termasuk untuk memenuhi berbagai kebutuhan program pemerintah di bidang pangan bergizi.

Pemerintah menargetkan koperasi tersebut mulai beroperasi secara optimal pada September mendatang. Kehadirannya diharapkan menjadi solusi atas praktik pinjaman berbunga tinggi yang selama ini membuat banyak nelayan bergantung pada tengkulak.

Baca juga: KKP latih 5.153 calon pengelola Kampung Nelayan MP

Lebih lanjut, Zulhas mengatakan untuk memperkuat akses pembiayaan, pemerintah juga melibatkan sektor perbankan. BRI dan Bank NTB Syariah disiapkan menyalurkan KUR dengan bunga yang lebih rendah sehingga masyarakat pesisir memiliki alternatif pembiayaan yang lebih sehat.

Peran koperasi juga akan diperluas sebagai pusat distribusi berbagai program pemerintah, mulai dari bantuan sosial, pupuk, alsintan, hingga berbagai kebutuhan masyarakat lainnya. Skema tersebut diharapkan membuat penyaluran bantuan menjadi lebih tepat sasaran, efisien, dan transparan.

"Seluruh langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan nilai tukar nelayan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Pemerintah ingin memastikan bahwa nelayan, petani, dan peternak memperoleh manfaat nyata dari pembangunan yang dilakukan," kata Menko Pangan.

Ia menegaskan KNMP bukan sekadar membangun fasilitas fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan pendapatan nelayan, memperluas kesempatan berusaha, membuka lapangan kerja, serta memperkuat kesejahteraan keluarga nelayan.

Sebagai bagian dari penguatan ekosistem perikanan, pemerintah juga membangun SPBUN agar nelayan lebih mudah memperoleh BBM bersubsidi. Selain itu, pemerintah akan menyalurkan bantuan 50 unit kapal berkapasitas 5-10 GT sesuai kebutuhan yang disampaikan masyarakat nelayan Teluk Ekas.

"Yang kita inginkan adalah nelayan Indonesia hidup lebih sejahtera, anak-anak mereka dapat bersekolah dengan baik, memiliki penghasilan yang layak, dan terbebas dari jeratan utang. Pembangunan ini harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," katanya.

Kunjungan kerja Menko Pangan Zulhas di Teluk Ekas itu didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, serta Bupati Lombok Timur Haerul Warisin.