kingsheadwye.com

Disnaker belum terima PMI Mataram di Jepang terdampak gempa bumi

"Sampai hari ini, kami belum menerima laporan adanya PMI asal Kota Mataram terdampak gempa dan semoga tidak ada,"

Mataram (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, hingga saat ini belum menerima laporan terhadap pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kota Mataram yang bekerja di Jepang, terdampak bencana gempa bumi.

"Sampai hari ini, kami belum menerima laporan adanya PMI asal Kota Mataram terdampak gempa dan semoga tidak ada," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Mataram Ida Wayan Putra Ekantara di Mataram, Jumat.

Hal tersebut disampaikan menyikapi bencana gempa bumi bermagnitudo 6,8 hingga 7,1 mengguncang wilayah Kumamoto, Jepang, pada Selasa, 28 Juli 2026.

Berdasarkan data, katanya, jumlah PMI asal Kota Mataram yang saat ini bekerja di Jepang sebanyak 17 orang. Namun, sampai hari ini belum ada informasi PMI asal Kota Mataram yang terdampak bencana tersebut. 

Kendati demikian, Disnaker Kota Mataram tetap berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nusa Tenggara Barat terkait kondisi PMI di Jepang.

Dengan belum adanya informasi terhadap kondisi PMI asal Kota Mataram yang terdampak bencana gempa di Jepang, diharapkan seluruh pekerja migran asal Mataram dalam kondisi aman dan selamat.

"Semoga semua PMI asal Kota Mataram dalam kondisi baik, aman, dan selamat," katanya.

Di sisi lain Putra menyebutkan, saat ini terdapat sebanyak 580 calon PMI asal Kota Mataram siap diberangkatkan tahun 2026, yang merupakan akumulasi sisa tahun 2025 sebanyak 20 orang dan 560 orang calon PMI yang mendaftar sejak Januari-Juni 2026.

Sebanyak 580 calon PMI tersebut, katanya, rata-rata memilih bekerja ke Negara Malaysia sebanyak 375 orang, kemudian Taiwan 42 orang, Arab Saudi 34 orang, Singapura 31 orang, Jepang 16 orang, sisanya tersebar ke negara-negara lain seperti ke Brunai Darussalam, Turki, Hongkong, Bulgaria, Italia, dan Kroasia,

Proses penempatan seluruh PMI yang terdaftar dan terseleksi akan berangkat ke negara penempatan 1-3 bulan ke depan, karena itu tergantung dari visa negara tujuan.

Selain itu, kata Putra, sebelum berangkat calon PMI juga mendapatkan  pelatihan dan pembekalan seperti dari bahasa, sikap, dan kompetensi yang bertujuan agar ketika sampai ke negara tujuan mereka sudah benar-benar siap.

Pelatihan dilaksanakan oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) bekerja sama dengan BP3MI, sehingga dapat mempersiapkan pekerja secara mental, fisik, dan keterampilan agar siap bersaing di pasar global, memahami prosedur penempatan yang benar dan aman, serta mandiri secara ekonomi setelah kembali ke tanah air.

Pemberian pembekalan juga dapat untuk mengedukasi calon PMI agar sadar hukum dan pencegahan masalah yang berpotensi terjadi berbagai kasus atau masalah selama bekerja di luar negeri melalui pemahaman proteksi diri yang memadai.

Selain diberikan BP2MI, Disnaker Kota Mataram juga memberikan pembekalan kepada calon PMI untuk memastikan calon PMI tidak hanya siap secara dokumen administrasi, tapi juga matang dalam kompetensi, mental, dan pemahaman regulasi sebelum berangkat ke negara penempatan.

"Hal itu sebagai bentuk komitmen kami, mewujudkan penempatan calon PMI aman, prosedural, dan sukses," katanya.

Pewarta : Nirkomala
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026