kingsheadwye.com

Konser 'Till The Whole World Knows' Diduga Bawa Agenda Zionisme, MUI Minta Klarifikasi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:37 WIB

Jakarta, VIVA – Rencana konser “TILL THE WHOLE World Knows” di Jakarta pada 24 Oktober 2026 tengah menjadi sorotan. Perhatian publik muncul setelah beredar dugaan bahwa acara tersebut memiliki keterkaitan dengan dukungan terhadap Israel dan gerakan Christian Zionism.

Baca Juga

Majelis Ulama Indonesia (MUI) kemudian meminta penyelenggara memberikan penjelasan secara terbuka. MUI menilai informasi yang beredar perlu diverifikasi agar tidak berkembang menjadi spekulasi yang berpotensi memicu keresahan di masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, menegaskan bahwa dugaan tersebut perlu mendapat perhatian apabila nantinya terbukti berdasarkan hasil verifikasi.

Baca Juga

"Apabila benar bahwa konser tersebut membawa, mempromosikan, atau menjadi bagian dari agenda dukungan terhadap Israel, maka hal tersebut patut mendapat perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat Indonesia," ujar Prof Sudarnoto yang dikutip dari laman MUI pada Sabtu (3/10/2026).

Menurut Sudarnoto, Indonesia memiliki posisi politik luar negeri yang mendukung kemerdekaan Palestina dan menolak penjajahan. Karena itu, ia meminta adanya kejelasan mengenai tujuan dan latar belakang penyelenggaraan konser tersebut.

Baca Juga

MUI juga menyoroti istilah Christian Zionism yang belakangan ikut muncul dalam pembicaraan mengenai acara tersebut. Sudarnoto mengingatkan agar isu tersebut tidak berkembang menjadi persoalan yang justru memperkeruh hubungan antarumat beragama.

"Persoalan tersebut dapat berkembang menjadi kesalahpahaman yang lebih luas dan berpotensi mengganggu hubungan antarumat beragama. Berhati-hatilah, jangan sampai ada upaya dari pihak manapun yang berusaha membenturkan agama-agama dengan cara apapun," tegas President of the Asia Pacific Coalition for al-Quds and Palestine tersebut. Alih-alih langsung menyimpulkan adanya agenda tertentu, MUI meminta penyelenggara menjelaskan sejumlah aspek mengenai konser. Pertanyaan tersebut mencakup pihak yang menjadi penyelenggara, pihak yang terlibat, tujuan kegiatan, artis yang tampil hingga bentuk kerja sama yang dilakukan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Siapa penyelenggaranya, siapa yang terlibat, apa tujuan kegiatan, siapa artis yang tampil, bagaimana bentuk ketja sama yang dilakukan, serta apakah terdapat keterkaitan dengan organisasi, jaringan, kampanye, atau agenda politik yang mendukung Israel?," terangnya.

Sudarnoto turut mendorong Polri dan aparat terkait melakukan pemantauan terhadap rencana kegiatan tersebut. Menurutnya, pemantauan diperlukan untuk memastikan kegiatan publik tidak menjadi sarana propaganda politik asing ataupun memicu konflik sosial.

Halaman Selanjutnya

Ia menekankan bahwa pemantauan tersebut tidak dimaksudkan untuk membatasi kebebasan berekspresi maupun kegiatan keagamaan. Namun, apabila hasil verifikasi menunjukkan adanya dukungan atau legitimasi terhadap Israel, MUI meminta pemerintah mempertimbangkan langkah sesuai ketentuan yang berlaku.