kingsheadwye.com

Lapas Gorontalo panen perdana komoditas premium untuk ketahanan pangan - ANTARA News Gorontalo

Gorontalo (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Gorontalo, menggelar panen perdana komoditas pertanian hasil budidaya warga binaan, di dalam fasilitas greenhouse, sebagai wujud nyata mendukung program ketahanan pangan nasional.

Kepala Lapas Kelas IIA Gorontalo Junaidi Rison di Kota Gorontalo, Kamis mengatakan aktivitas warga binaan di balik tembok Lapas saat ini, diarahkan pada kegiatan produktif, untuk memberikan bekal keterampilan saat mereka bebas nanti.

"Komoditas yang berhasil dipanen meliputi selada, timun dan melon berkualitas premium," kata Junaidi.

Agenda di dalam lingkungan Lapas kali ini kata dia, merupakan panen perdana untuk menunjang ketahanan pangan, serta menjadi bagian untuk menjalankan program strategis dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Ia mengatakan budidaya tanaman di dalam satu greenhouse berukuran minimalis tersebut, tergolong sukses karena hanya memerlukan waktu sekitar 25 hari sampai masa panen tiba.

Meski waktu tanam relatif singkat, produk pertanian yang dihasilkan memiliki kualitas yang sangat baik dan tergolong kelas premium.

Menariknya, hasil panen ini tidak sekadar menjadi bagian dari program pembinaan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi, dimana Lapas juga telah membangun kerjasama dengan pihak ketiga atau vendor penyedia bahan makanan bagi penghuni Lapas, untuk memasarkan produk tersebut.

Berdasarkan catatan, sekitar seperlima dari total hasil panen akan dijual kepada vendor, sehingga melalui mekanisme itu warga binaan tidak hanya belajar teknik bercocok tanam, tetapi mulai mengenal dan memahami nilai ekonomis dari hasil kerja keras mereka sendiri.

Program ini pun sekaligus menjadi ruang kolaborasi dan transfer pengetahuan antar penghuni Lapas, dimana terlebih dahulu pihak Lapas mengidentifikasi dan memanfaatkan keterampilan pertanian yang telah dimiliki sebelum warga binaan menjalani masa pidana.

Melalui pembekalan ini, Lapas Gorontalo berharap keterampilan yang didapatkan warga binaan dapat menjadi modal berharga untuk berkarya, mandiri secara ekonomi dan membantu menghidupi keluarga setelah kembali ke tengah masyarakat kelak.

Ia mengatakan aktivitas panen perdana tersebut turut melibatkan ibu-ibu Dharma Wanita Lapas Kelas IIA Gorontalo, sebagai bentuk dukungan moral untuk keberlanjutan program positif.

Ke depan, pihaknya telah menyiapkan rencana jangka panjang dengan memanfaatkan area lahan kosong di bagian depan Lapas.

"Kami berencana mentransformasikan  kawasan tersebut menjadi area agrowisata terpadu yang memadukan sektor pertanian, ruang edukasi bagi publik, sekaligus destinasi wisata lokal," imbuhnya.
 

Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.