Lapas Salemba buka kunjungan anak warga binaan jaga kedekatan keluarga
Jakarta (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Salemba kembali menggelar layanan kunjungan tatap muka khusus anak dari warga binaan sebagai upaya menjaga kedekatan keluarga selama menjalani proses pembinaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Salemba Amico Balalembang mengatakan pertemuan dengan anak memiliki arti penting bagi warga binaan karena dapat menjadi sumber semangat dalam menjalani pembinaan.
“Kami berharap momen seperti ini dapat menjadi sumber semangat bagi mereka untuk menjalani pembinaan dengan baik, tetap menjaga hubungan dengan keluarga, dan mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat,” kata Amico dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Ia menyampaikan warga binaan mendapat kesempatan bertemu dan berinteraksi langsung dengan buah hati mereka untuk berbincang dan berbagi cerita saat menjalani pertemuan dalam keterbatasan.
Dalam kegiatan tersebut, jajaran petugas Lapas Salemba memastikan layanan berlangsung aman dan tertib sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP), dengan tetap mengedepankan pelayanan yang ramah dan responsif.
Adapun sejumlah fasilitas pendukung juga disiapkan untuk memberikan kenyamanan bagi anak dan keluarga selama berada di area kunjungan.
"Pendekatan ramah anak diterapkan agar interaksi antara warga binaan dan keluarga berlangsung dalam suasana yang nyaman," ujarnya.
Amico berharap layanan kunjungan tatap muka khusus anak dapat memperkuat dukungan keluarga terhadap warga binaan selama menjalani proses pembinaan.
"Hubungan keluarga yang tetap terjaga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan warga binaan untuk kembali ke tengah keluarga dan masyarakat melalui proses reintegrasi sosial," katanya.
Baca juga: Lapas Salemba lakukan sidak dan tes urine warga binaan
Baca juga: Lapas Salemba gelar sidak gabungan perkuat komitmen "Zero Halinar"
Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.