kingsheadwye.com

Lee Min Ho dan film barunya The Assassin(s) akan hadir di TIFF

Jakarta (ANTARA) - Aktor Korea Selatan Lee Min Ho dijadwalkan menghadiri sesi diskusi film barunya berjudul "The Assassin(s)" di Festival Film Internasional Toronto (TIFF 2026), Kanada, pada pekan depan, Kamis (17/9).

Berdasarkan pantauan dari laman resmi TIFF, Jumat, sesi diskusi eksklusif bertajuk "In Conversation With... Lee Min-ho" itu dihadiri langsung Lee Min Ho agar para penonton dan penggemar dapat mendalami proses kreatif serta perjalanan karir sang aktor dalam menghidupkan karakternya di film terbaru ini.

Film "The Assassin(s)", yang dibintangi Min Ho bersama Yoo Hai-jin (Exhuma) dan Park Hae-il (Decision to Leave, TIFF '22), dan disutradarai oleh Hur Jin-ho (A Normal Family, TIFF '23) juga akan mengadakan pemutaran perdana dunia di TIFF 2026 dalam program Gala Presentations.

Baca juga: Film karya Kamila Andini akan ditayangkan di TIFF 2026

Dalam film berdurasi 131 menit itu, Lee Min Ho memerankan seorang reporter pemula yang ikut curiga bersama rekan seniornya yang diperankan Park Hae-il terhadap kasus percobaan pembunuhan Presiden Korea Selatan, Park Chung-hee, pada 15 Agustus 1974.

Meskipun presiden selamat, insiden penembakan pada saat presiden berpidato pada upacara Hari Pembebasan ke-29 tersebut menewaskan Ibu Negara Yuk Young-soo serta seorang gadis muda.

Seorang pria Korea-Jepang yang dianggap sebagai radikal Maois, Mun Se-gwang langsung ditangkap oleh pihak keamanan karena dicurigai sebagai pelaku tunggal.

Baca juga: Nia Dinata melihat aspek geopolitik dalam menilai film di TIFF 2024

Namun, terdapat kejanggalan karena ada enam tembakan yang terdengar dilepaskan saat kejadian, padahal pistol milik pelaku hanya berisi lima peluru.

Film itu berfokus pada perjuangan seorang inspektur senior yang diperankan Yoo Hai-jin, serta para jurnalis untuk membongkar konspirasi besar tersebut dengan cara apapun demi mengungkap kebenaran, meskipun ada ancaman terhadap karir — dan nyawa — mereka.

Para protagonis dihadapkan pada bahaya di setiap langkah, tetapi terus maju dengan keyakinan bahwa kebebasan pers sangat penting untuk demokrasi yang berfungsi, dan mendapat kebenaran. Betapapun buruknya, pers setia melawan pengekangan.

Baca juga: Juri TIFF: Festival film momentum kembalikan kejayaan layar lebar

Baca juga: Film “Orang Ikan” tayang di Tokyo International Film Festival 2024

Penerjemah: Abdu Faisal
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.