kingsheadwye.com

Mal Kura-Kura Bali wadahi komunitas olahraga lokal - ANTARA News Bali

Denpasar (ANTARA) - Pusat perbelanjaan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali Sira Village mewadahi komunitas olahraga lokal sesuai visi kawasan tersebut.

“Sira Village dirancang sejak awal bukan sekadar sebagai pusat perbelanjaan bertaraf global, melainkan sebagai ruang hidup yang membawa manfaat, kami ingin kawasan ini menjadi wadah bertemunya berbagai inisiatif baik," kata Presiden Direktur PT Grand Outlet Bali Tantowi Yahya di Denpasar, Jumat.

Pada kolaborasi kali ini, mal di tengah kawasan bekerja sama dengan Pilates for Charity yang digagas oleh Kelas Rawat Diri, inisiatif kelas kebugaran dan pengembangan diri perempuan yang berbasis di Bali dan Kendari.

Tantowi Yahya menyampaikan kegiatan ini sejalan dengan tugas kawasan ekonomi khusus yang tidak hanya berkembang dari sisi investasi, tetapi juga menghadirkan ruang bagi aktivitas komunitas.

Hal ini sejalan dengan salah satu pilar utama pengembangannya, yakni Longevity atau komitmen untuk menciptakan ekosistem yang mendukung kesehatan fisik dan mental, serta membangun lingkungan mampu yang menunjang kualitas hidup jangka panjang.

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru itu menegaskan bahwa penyediaan ruang bagi komunitas merupakan wujud komitmen untuk memberikan nilai tambah dan merayakan inklusivitas.

Langkah ini juga bertujuan agar kepedulian sosial dapat tumbuh bersamaan dengan pengalaman gaya hidup masyarakat.

Ia menyebutkan sejak beroperasi pada 31 Juli 2026, kawasan ini mulai merangkul berbagai kegiatan seperti lari, peragaan busana, hingga acara kebugaran Pilates for Charity ini.

Co-founder Kelas Rawat Diri Maryni Manga (Rini) selaku komunitas penggagas sendiri menjelaskan bahwa aksi sosial ini dipicu oleh keterbatasan fasilitas medis pascadampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Video dari Rumah Sakit Aeramo di Nagekeo itu sangat menggugah tim kami, kami merasa tidak perlu harus berangkat ke sana jika kami bisa berbuat sesuatu dari sini," kata Rini.

Selanjutnya 100 persen hasil penjualan tiket dan donasi para anggota komunitas disumbangkan secara utuh.

"Kita disambut baik oleh Sira Village, benar-benar tidak ada yang ribet untuk pengurusan ini," ujarnya.

Dana yang terkumpul disalurkan dalam bentuk peralatan medis ke beberapa fasilitas kesehatan yang membutuhkan.

Bantuan tersebut meliputi nebulizer untuk Puskesmas Tuanggeo, alat tes glukosa untuk RS Ruteng, serta pompa ASI, kantong ASI, dan bedong bayi untuk RSUD Aeramo, keberhasilan acara ini turut ditopang oleh kolaborasi erat antar-komunitas di Bali, pelatih sukarelawan, tempat perawatan kecantikan, hingga dukungan para penyewa (tenant),” tuturnya.

Acara yang digelar di area Sunset Mandala ini berhasil menjaring sekitar 46 peserta, masing-masing mereka berkontribusi sosial dengan harga tiket sebesar Rp75.000.

"Ini sebenarnya mal Sira Village di KEK Kura Kura Bali ini membuka pintu bagi kegiatan-kegiatan yang bermanfaat," sambungnya.

Sementara itu Kepala Departemen Komunikasi KEK Kura-Kura Bali Zefri Alfaruqy menambahkan bahwa integrasi antara gaya hidup, kebugaran dan aksi kemanusiaan merupakan wujud pemberdayaan masyarakat.

"Kami berharap Sira Village tidak hanya menjadi tempat bagi produk-produk global maupun UMKM lokal untuk tampil, tetapi juga terus memperluas kapasitasnya menjadi ruang di mana kepedulian sosial dan budaya dapat tumbuh," ujar Zefri.

Sinergi yang berkelanjutan ini diharapkan dapat terus mewujudkan kawasan yang harmonis, tempat kemajuan pariwisata, gaya hidup sehat, dan kepedulian sosial berjalan beriringan sesuai visi misi KEK yang diamanatkan pemerintah.

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.