kingsheadwye.com

Manggala Agni padamkan karhutla 7,5 hektare di Rokan Hilir Riau

Pekanbaru, (ANTARA) - Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 7,5 hektare di Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.

Kepala Balai Dalkarhut Sumatera Ferdian Krisnanto mengatakan karhutla kali ini ditemukan di Kepenghuluan (Desa) Sungai Segajah Jaya, Kecamatan Kubu. Sebelumnya Tim Manggala Agni Daerah Operasi Dumai baru saja tuntas memadamkan karhutla di Kecamatan Simpang Kanan.

"Tim bergeser ke lokasi di Dusun Pulau Putri Kepenghuluan Sungai Segajah Jaya Kecamatan Kubu. Luas kebakaran lebih kurang 7,5 hektare, luas yang dipadamkan sejak Senin (13/7) dua hektare," katanya dalam keterangan di Pekanbaru, Selasa.

Baca juga: Menteri LH: Kolaborasi masyarakat-korporasi cegah karhutla di Riau

Menurutnya, vegetasi yang terbakar terdiri atas Ilalang, semak belukar, dan kelapa sawit. Karhutla terjadi di atas tanah gambut dengan fungsi kawasan hutan produksi terbatas yang statusnya telah dimiliki masyarakat.

Selain 1 Regu Manggala Agni Daops Dumai, pemadaman juga dilakukan TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tokan Hilir, Masyarakat Peduli Api Sungai Segajah Jaya, dan warga sekitar. Selain itu, juga dibantu operasi udara melalui helikopter water bombing.

"Kebakaran terjadi di bawah dan permukaan tanah. Sumber air dari dua parit dengan lebar 2 meter dan kedalaman 1 meter," ujarnya.

Teknis penanganan tim melakukan upaya pemadaman dan penyekatan di sekitar area terbakar. Hal itu guna mencegah api meluas serta merambat ke areal yang masih memiliki bahan bakar yang belum terbakar.

Baca juga: Manggala Agni masih tangani dua titik karhutla di Inderagiri Hulu Riau

"Kondisi di lokasi masih ditemukan asap pada beberapa titik dengan ketersediaan bahan bakar yang cukup banyak. Cuaca hari ini cerah berawan," ujarnya.

Pewarta: Bayu Agustari Adha
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.