kingsheadwye.com

MBG ibu hamil bisa menjadi intervensi cegah risiko stunting

Jakarta (ANTARA) - Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) dr. Erwin Christianto, M.Gizi, Sp.GK menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil dapat menjadi salah satu intervensi penting dalam mencegah risiko stunting sejak anak masih berada dalam kandungan.

Pandangan tersebut disampaikan menyusul pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyinggung persoalan stunting dan pentingnya pemenuhan gizi dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, Jumat.

Menurut Erwin, pencegahan stunting sebenarnya perlu dimulai sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), bahkan sejak sebelum kehamilan, terutama pada remaja putri yang mengalami kekurangan berat badan.

"MBG untuk ibu hamil dapat menjadi salah satu intervensi penting dalam pencegahan stunting, terutama bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi," kata Erwin saat dihubungi ANTARA.

Namun, ia mengingatkan program tersebut tidak cukup hanya memberikan makanan kepada ibu hamil. MBG perlu memastikan kecukupan energi, protein, vitamin, dan mineral, serta memperhatikan keamanan pangan dan menyesuaikan menu dengan budaya lokal.

Erwin mengatakan pemenuhan gizi selama kehamilan sangat menentukan lingkungan tumbuh kembang janin. Asupan energi, protein, zat besi, folat, yodium, dan mikronutrien lainnya diperlukan untuk mendukung pertumbuhan organ, perkembangan otak, serta pertumbuhan janin secara optimal.

Pemenuhan gizi tersebut menjadi penting terutama pada periode kritis kehamilan, termasuk pada minggu ketiga hingga kedelapan saat terjadi pembentukan organ.

Sebaliknya, kekurangan gizi pada ibu dapat meningkatkan risiko pertumbuhan janin terhambat dan berat lahir rendah. Kondisi tersebut dalam jangka panjang juga dapat meningkatkan risiko stunting pada anak.

"Pemenuhan gizi ibu hamil bukan sekadar membuat ibu kenyang, tetapi merupakan syarat utama untuk pertumbuhan dan kualitas kesehatan anak sejak dalam kandungan," ujar Erwin.

Ia menekankan pemenuhan gizi ibu merupakan salah satu bagian dari upaya pencegahan karena stunting bersifat multifaktorial. Pencegahan juga perlu didukung dengan pemeriksaan kehamilan secara rutin dan intervensi kesehatan lainnya.

Untuk memenuhi kebutuhan gizi selama kehamilan, Erwin menyarankan ibu hamil menerapkan pola makan yang beragam dengan kecukupan energi, protein, vitamin, dan mineral.

Zat gizi yang perlu diperhatikan antara lain protein, zat besi, asam folat, yodium, kalsium, zinc, vitamin D, serta berbagai mikronutrien lain sesuai kebutuhan.

Menurut dia, tidak ada satu jenis makanan yang dapat secara mandiri mencegah stunting.

"Jadi prinsipnya sederhana, cukup, beragam, seimbang, aman, dan sesuai kebutuhan," kata Erwin.