Menbud minta perguruan tinggi ikut menjaga kebudayaan - ANTARA News Ambon, Maluku
Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon meminta perguruan-perguruan tinggi ikut membantu menjaga dan memajukan kebudayaan Indonesia.
"Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, dan lahir dari perjalanan peradaban yang sangat panjang. Keragaman itu tidak cukup hanya kita kenali, tetapi perlu kita majukan bersama," katanya sebagaimana dikutip dalam siaran pers kementerian yang diterima di Jakarta pada Selasa.
"Perguruan tinggi dan mahasiswa memiliki posisi penting untuk ikut menjaga sekaligus mengembangkan kekayaan budaya Indonesia," katanya pada acara puncak Gebyar Nusantara 2026 di kampus IPB University di Bogor, Jawa Barat.
Ia menambahkan, upaya pelestarian dan pemajuan kebudayaan bisa mencakup bahasa, tradisi lisan, ritus, adat istiadat, pengetahuan tradisional, pangan lokal, permainan rakyat, olahraga tradisional, dan kesenian tradisional.
Menteri Kebudayaan juga mengemukakan perlunya pembangunan ekosistem kebudayaan dan ekonomi berbasis kebudayaan yang berkelanjutan.
"Sumber daya alam seperti batu bara, nikel, dan emas memiliki keterbatasan, tetapi budaya dapat terus hidup selama ada pegiatnya, ada manusianya, dan ada sumber dayanya," katanya.
Wakil Rektor I Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB University Deni Noviana menyampaikan bahwa Gebyar Nusantara 2026 merupakan bagian dari upaya untuk menjaga dan mengembangkan kebudayaan bangsa.
"Melalui Gebyar Nusantara, mahasiswa membawa bahasa, busana, tarian, dan cita rasa dari berbagai penjuru Tanah Air," katanya.
"Kami ingin kampus ini menjadi tempat untuk menjaga, meneliti, dan mengembangkan kebudayaan bangsa, sehingga kegiatan ini dapat melahirkan karya kreatif mahasiswa yang berakar pada budaya dan memiliki daya saing global," ia menambahkan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menteri Kebudayaan minta perguruan tinggi ikut menjaga kebudayaan
Pewarta: Sinta Ambarwati
Uploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.