Mendag: IP-CEPA buka peluang ekspor kendaraan hingga tekstil - ANTARA News Gorontalo
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan percepatan pengesahan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Peru (IP-CEPA) akan membuka akses bagi berbagai produk seperti kendaraan dan suku cadang, tekstil, pakaian jadi hingga produk kulit di pasar Amerika Latin.
Dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI, di Jakarta, Kamis (16/7), Mendag mengatakan pemerintah merekomendasikan pengesahan Indonesia-Peru Comprehensive Economic Partnership Agreement (IP-CEPA) melalui peraturan presiden agar manfaat ekonomi dari perjanjian tersebut dapat segera dirasakan.
"Percepatan ratifikasi dan implementasi IP-CEPA menjadi krusial agar potensi manfaat ekonominya segera dirasakan," ujar Budi dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
Mendag mengatakan produk Indonesia yang diperkirakan memperoleh manfaat terbesar dari implementasi IP-CEPA meliputi kendaraan dan suku cadang, minyak dan lemak nabati, produk kulit, tekstil, serta pakaian jadi.
Melalui perjanjian tersebut, Indonesia memperoleh tarif preferensi untuk 7.257 pos tarif atau setara 90,68 persen dari total pos tarif Peru. Sementara itu, Peru memperoleh tarif preferensi untuk 10.531 pos tarif atau 92,26 persen dari total pos tarif Indonesia.
"Produk Indonesia yang akan memperoleh manfaat terbesar dari IP-CEPA, antara lain kendaraan dan suku cadang, minyak dan lemak nabati, produk kulit, tekstil, serta pakaian jadi. Dengan berlakunya IP-CEPA, ekspor Indonesia ke Peru diproyeksikan mencapai 745 juta dolar Amerika Serikat pada 2045," kata Budi.
IP-CEPA juga membuka peluang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memasuki pasar Amerika Latin, khususnya bagi produk kulit, furnitur ringan, kemasan, otomotif dan suku cadang, serta makanan olahan.
Menurut Budi, Peru memiliki posisi penting sebagai pintu masuk strategis produk Indonesia ke pasar Amerika Selatan, sekaligus akses ke Pacific Alliance dan Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) dengan total populasi mencapai 649 juta jiwa.
IP-CEPA dinilai menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pasar ke kawasan Amerika Latin dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional, sekaligus meningkatkan ekspor nasional, membuka peluang investasi, serta mendorong penyerapan tenaga kerja di dalam negeri.
Perundingan IP-CEPA menggunakan pendekatan bertahap (incremental). Tahap pertama perundingan mencakup perdagangan barang yang dimulai pada Mei 2024, berlangsung sekitar satu setengah tahun, dan ditandatangani pada 11 Agustus 2025. Tahap berikutnya akan mencakup perundingan perdagangan jasa dan investasi.
Pemberlakuan IP-CEPA diperkirakan akan memberikan manfaat bagi perekonomian Indonesia melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menciptakan iklim yang lebih kondusif bagi investasi.
Sementara itu, kinerja perdagangan Indonesia dan Peru terus menunjukkan tren positif. Pada periode Januari-Mei 2026, ekspor Indonesia ke Peru mencapai 225,77 juta dolar AS, sementara impor Indonesia dari Peru sebesar 38,24 juta dolar AS. Dengan demikian, Indonesia mencatatkan surplus perdagangan sebesar 187,53 juta dolar AS.
Sepanjang 2025, nilai ekspor Indonesia ke Peru mencapai 462,97 juta dolar AS dan impor Indonesia dari Peru sebesar 104,44 juta dolar AS, sehingga Indonesia pun mencatatkan surplus perdagangan sebesar 358,54 juta dolar AS.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mendag sebut IP-CEPA buka peluang ekspor kendaraan hingga tekstil
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.