Mendiang Topan Aktif di Dunia Komedi dan Dakwah di Karirnya
Liputan6.com, Jakarta - Komedian Topan atau H. Topan Sugianto bin Doel Ghani berpulang Kamis (27/8/2026) pukul 12.00 WIB. Jenazah almarhum telah dimakamkan pada malam harinya di Sumbermanjing, Kabupaten Malang.
Angela Ariska (31), anak pertama Topan menceritakan kalau ayahnya sempat mengeluh sakit perut sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu sakitnya sempat reda setelah dikeroki oleh ibunya, Widha Rifka Donna (49).
"Jam 6 pagi itu minum teh, kan tiap hari minum teh sama ngemil. Baru makan, sudah ngeluh sakit sakit perut minta dikeroki Ibu dan diblonyoi minyak angin. Katanya sakit membus sampai punggung," kisah Angela Ariska di rumah duka, Griya Ketapang Permai Desa Sukoraharjo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (28/8/2026).
Kondisi Sempat Membaik
Seketika saat itu Topan dibawa ke klinik dekat rumah dan kondisinya relatif membaik, bahkan sempat tidur sekitar satu jam. Namun begitu terjaga dari tidur, ayahnya sempat kejang dan istri almarhum meminta pertolongan tetangga untuk membantu membawa ke Rumah Sakit Wava Husada.
Saat kejadian almarhum didampingi istrinya. Saat itu Widha terus meminta almarhum menyebut asma Allah hingga akhirnya hayatnya.
"Saat di RS Wava Husada itu dinyatakan henti jantung. Sempat diberi kejut jantung dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 12.00 WIB," kata Angela.
Jenazah almarhum dilepaskan dari rumah duka sekitar pukul 17.00 WIB ke Sumber Pucung, Kabupaten Malang. Almarhum dimakamkan berdampingan dengan adiknya, Leysus, dan orang tuanya.
Harusnya Mengisi Acara
Istri Topan, Widha menambahkan kalau suaminya hari itu akan mengisi acara di Lamongan. Rencana berangkat dari rumah usai dhuhur didampinginya bersama putrinya.
"Hari itu mau ke Lamongan ada tanggapan berangkat jam 1 siang. Acaranya malam, tadi malam berarti," tegas Widha.
Topan sendiri sejak beberapa tahun terakhir mencurahkan kegiatannya di dunia komedi dan dakwah. Ia selalu tampil bersama dengan dai, K.H. Moch. Imam Hambali.
Keduanya dipertemukan saat mengisi acara Ramadan di JTV dan berlanjut ke panggung off line. Sejak saat itu format guyonannya selalu disertai dakwah.
Minggu kemarin tampil di Sidoarjo dan mengisi juga di acara jalan pagi. Saat tampil juga sempat mengaku kurang enak badan.
"Alhamdulillah banyak dapat undangan, masih ada undangan ke Jember, Balaikambang, lusa juga mau ke Kalimantan," tegasnya.
Sosok Topan di Mata Keluarga
Topan dalam keluarga dikenal sebagai pribadi yang tegas, meski di publik selalu lucu. Kelucuan dan ketegasan itu akan selalu dirindukan keluarga dan penggemarnya.
"Kalau di keluarga ya ada lucunya ada marahnya juga," aku Angela.
Nama besar Topan terukir lewat seni pertunjukan panggung, seperti campursari, wayang, ludruk, ketoprak dan lain sebagainya. Ia memiliki gaya lawakan yang khas ala Jawa Timuran.
Namanya semakin populer lewat penampilannya di Ketoprak Humor yang tayang di televisi nasional. Selamat jalan sang komedian dan pedakwah.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Ayahanda Dea Panendra Meninggal Dunia