Pemkab Bangkalan bentuk tim khusus tangani anak tidak sekolah - ANTARA News Jawa Timur
Madura Raya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Jawa Timur membentuk tim khusus guna mengatasi masalah anak tidak sekolah di wilayah itu.
"Berdasarkan hasil pendataan sementara yang kami lakukan, di Bangkalan ini ada sekitar 27 ribu anak yang tidak sekolah," kata Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bangkalan Muhaimin di Bangkalan, Sabtu.
Ia menjelaskan, tim khusus yang dibentuk untuk mengatasi anak tidak sekolah itu, dari berbagai organisasi perangkat (OPD) di lingkungan Pemkab Bangkalan. Antara lain dari Dinas Sosial, Dinas Pemerintahan Desa dan Dinas Pemuda dan Olahraga, serta perwakilan dari sejumlah organisasi sosial keagamaan di Kabupaten Bangkalan.
Menurut Muhaimin, persoalan itu tidak bisa dibebankan kepada satu institusi. Penanganannya membutuhkan keterlibatan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah desa, Kementerian Agama, hingga lembaga pendidikan nonformal.
Selain itu, istilah anak tidak sekolah atau ATS, memiliki cakupan lebih luas daripada sekadar anak yang putus sekolah.
Setidaknya, sambung dia, terdapat tiga kategori terkait ATS, yakni anak yang putus sekolah, anak yang telah lulus dari satu jenjang pendidikan tetapi tidak melanjutkan ke jenjang berikutnya, serta anak yang merasa pendidikan yang ditempuhnya sudah cukup sehingga memilih tidak melanjutkan sekolah.
"Karena cakupannya yang luas ini, maka pola penanganan terkait ATS ini juga membutuhkan pola terpadu dan membutuhkan dukungan semua pihak. Karena itu, tim khusus yang kami bentuk melibatkan semua elemen yang ada di Bangkalan ini," katanya.
Menurut Kabid Pembinaan SMP Disdik Bangkalan Muhaimin, dengan jumlah sebanyak 27 ribu anak yang tidak sekolah itu, Kabupaten Bangkalan tercatat sebagai kabupaten tertinggi di Jawa Timur sebagai kabupaten dengan jumlah anak putus sekolah terbanyak.
"Dari 18 kecamatan yang ada di Bangkalan, Kecamatan Galis dan Kecamatan Kokop terdata sebagai kecamatan dengan jumlah ATS terbanyak, yakni mencapai 14 ribu anak lebih," katanya.
Untuk menangani persoalan tersebut, Pemkab Bangkalan menyiapkan sejumlah strategi. Salah satunya mendorong lahirnya peraturan bupati mengenai penanganan ATS.
Selanjutnya, Disdik Bangkalan akan melakukan kunjungan dengan melibatkan pemerintah desa untuk mencari solusi agar ATS dapat kembali mengakses pendidikan.
Penguatan pendampingan terhadap guru di berbagai jenjang, mulai PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA, juga menjadi bagian dari strategi tersebut.
Pewarta: Abd Aziz
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.