kingsheadwye.com

Menteri Investasi sebut respons investor Asia terhadap PFII positif

Jakarta (ANTARA) - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyebut respons investor dan pengelola kekayaan keluarga (family office) dari Asia yang ditemui pihaknya terhadap pengembangan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) sejauh ini positif.

Ia mengatakan pertemuan dengan investor dan family office tersebut digelar di Nusa Dua, Bali. Pihaknya mengundang 70 pihak dari Asia, sedangkan yang datang mencapai 110.

“Kita undang ada 70 untuk Asia tapi yang datang sampai 110 dan response-nya alhamdulillah boleh saya sampaikan sebetulnya sangat positif,” kata Rosan dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Jakarta, Jumat (14/8).

Meski demikian, ia mengatakan investor dan family office tersebut ingin melihat struktur dan format PFII yang sesuai dengan standar dunia.

“Tentunya mereka juga ingin melihat bahwa structure dari format dari PIFII ini benar-benar structure yang sesuai dengan standar dunia,” ujarnya.

Menurut Rosan, pengembangan PFII membutuhkan perencanaan yang baik dan matang agar memperoleh kepercayaan dari investor maupun family office.

Ia mengatakan penjajakan yang dilakukan sejauh ini baru mencakup investor dan family office dari kawasan Asia.

“Kemarin yang kita temuin itu baru investor atau family office dari Asia dulu,” ungkap Rosan.

Penjajakan tersebut, menurut dia, belum mencakup investor maupun family office dari Eropa dan Timur Tengah.

Terkait lokasi, Rosan mengatakan PFII pada tahap awal direncanakan berada di Jakarta agar dapat segera berjalan.

Pengembangan PFII juga direncanakan di Bali, tetapi pembangunan gedung dan infrastruktur pendukung di wilayah tersebut membutuhkan waktu.

“Lokasinya untuk awal ini memang di Jakarta dulu. Kenapa? Karena Bapak Presiden ini pengen semua langsung kerja, ada momentumnya ya. Walaupun nanti yang rencana juga di Bali karena di Bali kan pembangunan akan take time ya untuk membangun infrastrukturnya, gedungnya, dan yang lain-lainnya,” ucap Rosan.

Dalam paparannya, Rosan mengatakan pemerintah tengah menyiapkan PFII bersama Kementerian Keuangan. Ia juga menyebut pusat finansial tersebut telah tercantum dalam Undang-Undang tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).

Dalam pengembangan PFII, Rosan yang juga menjabat CEO Danantara Indonesia mengatakan peran Danantara terutama terkait pembangunan infrastruktur, termasuk gedung dan sarana pendukung lainnya.

“Kalau Danantara ini kita sebetulnya hanyalah sebagai pembangun untuk infrastrukturnya, gedung, dan sarana infrastruktur lainnya,” ujarnya.

Rosan mengatakan pemerintah akan terus melakukan sosialisasi mengenai pengembangan PFII.

“Dan oleh sebab itu kita akan melakukan sosialisasi secara berkala dan juga secara terus-menerus,” kata dia.

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.