Meta Rilis Model AI Frontier Muse Wonder, Bisa Apa Saja
Jakarta, CNN Indonesia --
Meta merilis model kecerdasan buatan (AI) terbaru Muse Wonder dan Muse Wonder Full yang diklaim lebih mumpuni dan mampu mengerjakan tugas-tugas kompleks lebih baik dari model-model sebelumnya.
Menurut pengujian yang dilakukan Meta, model AI terdepan (frontier) Wonder dan Wonder Full mampu mencapai skor benchmark yang sebanding dengan Claude Fable 5.1 dan ChatGPT 6 Astra.
"Bersama-sama, mereka menandai langkah selanjutnya dalam tangga peningkatan kemampuan kita dan lompatan besar menuju kecerdasan super pribadi," tulis Meta dalam keterangannya, Selasa (13/10), dikutip dari TechCrunch.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemampuan model yang tinggi juga tercermin dari penetapan harganya. Layanan API model Muse Wonder dihargai US$4 per juta token input dan US$20 per juta token output.
Angka tersebut setara dengan harga model ChatGPT-6 Sol atau Anthropic Opus 5.5.
Sementara itu, model Muse Wonder Full hanya akan tersedia bagi pelanggan Muse Code dan tidak tersedia melalui API. Masing-masing model tersebut juga akan digunakan untuk mendukung Muse Agent.
Meta menekankan kemampuan "memori aktif" sebagai fitur unggulan pada model ini karena sejalan dengan pandangan perusahaan yang menilai kemampuan model mengingat informasi relevan merupakan langkah paling penting menuju agen pribadi dan profesional.
Selain itu, model ini juga diklaim dapat terus bekerja, mencoba pendekatan alternatif, membatasi hambatan, dan beradaptasi dengan informasi baru dalam menyelesaikan tugas yang membutuhkan upaya berkelanjutan dalam jangka waktu lama.
[Gambas:Video CNN]
Untuk mencapai daya ingat yang lebih baik, Meta menyoroti benchmark MemoryBench yang menantang kerangka kerja pembelajaran berkelanjutan dan konstruksi memori. Menurut pengujian perusahaan, Muse Wonder mencetak skor yang lebih tinggi di MemoryBench daripada Fable, Opus, atau Astra.
Model tersebut dilatih di pusat data Prometheus milik Meta di Ohio tengah yang mulai beroperasi awal tahun ini.
"Kami telah mengerahkan upaya yang sangat besar untuk memastikan model ini dapat mengingat apa yang penting bagi pengguna selama berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, dan seterusnya," kata peneliti AI Meta Kavya Kopparapu.
Model Muse Wonder dan Muse Wonder Full merupakan model AI frontier pertama sejak perusahaan bermitra dengan Scale AI, dan pendirinya Alexandr Wang mulai merekonstruksi pengembangan AI Meta pada Agustus tahun lalu.
Sebelumnya, perusahaan memang telah meluncurkan Muse Spark dan Agent Muse yang lebih ringan dan cepat, tapi mereka belum merilis model mutakhir seperti yang pesaing mereka telah lakukan dengan menyediakan variasi model yang mencakup berbagai tingkat kebutuhan penggunanya.
(fta/lom)