kingsheadwye.com

Nasi megono satukan lintas generasi alumni Imapeka IPB - ANTARA News Megapolitan

Kota Bogor (ANTARA) - Paguyuban Alumni Ikatan Mahasiswa Pekalongan-Batang Institut Pertanian Bogor (Imapeka IPB) mempertemukan sekitar 160 alumni dan mahasiswa lintas angkatan melalui jalan sehat dan sarapan nasi megono di Kebun Raya Bogor, Minggu.

Ketua Paguyuban Alumni Imapeka IPB Nina Kurnia Dewi mengatakan kegiatan tersebut diikuti alumni senior, pengurus paguyuban, keluarga alumni, hingga mahasiswa aktif IPB University.

“Tujuan utama acara ini adalah reuni lintas angkatan, mulai dari angkatan senior hingga mahasiswa yang masih aktif saat ini,” kata Nina.

Menurut dia, peserta tertua diperkirakan berusia hampir 70 tahun. Pertemuan itu menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus memperluas jejaring antara alumni dan mahasiswa asal Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Batang, dan sekitarnya.

Nina menjelaskan Kebun Raya Bogor dipilih karena memiliki kedekatan historis dengan mahasiswa dan alumni IPB. Para peserta mengikuti jalan sehat sebelum menyantap sarapan khas Pekalongan.

“Kebun Raya merupakan lokasi yang ada dalam ingatan semua anak IPB, terlebih yang berasal dari Pekalongan. Kami ingin berkumpul, berjalan-jalan, kemudian makan nasi megono bersama,” ujarnya.

Panitia menyiapkan sekitar 200 porsi nasi megono beserta ayam goreng, telur kluwek, keripik tempe, dan gorengan. Hidangan tersebut disediakan melalui donasi anggota paguyuban.

Ketua Pembina Alumni Imapeka IPB yang juga Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani mengatakan pertemuan lintas angkatan dapat menjadi ruang untuk mengevaluasi kontribusi organisasi bagi daerah asal.

“Pertemuan seperti ini sangat bagus untuk saling mengenal. Kami juga bisa menelaah kembali bagaimana Imapeka sebagai organisasi mahasiswa daerah dapat memberikan kontribusi, bukan hanya bagi negara, tetapi juga masyarakat Pekalongan,” kata Ghani.

Menurut dia, salah satu persoalan yang perlu menjadi perhatian alumni adalah rob dan penurunan muka tanah di kawasan pesisir Pekalongan, Pemalang, dan Batang.

Ia berharap pertemuan alumni dapat menjadi awal pembahasan mengenai langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk membantu menangani persoalan tersebut.

Ghani juga menilai Imapeka berperan membantu mahasiswa baru asal Pekalongan dan sekitarnya beradaptasi dengan lingkungan pendidikan IPB melalui pendampingan para senior.

Paguyuban Alumni Imapeka IPB dibentuk secara informal setelah pelaksanaan reuni akbar pada 9 Februari 2025. Paguyuban yang berbasis di Bogor tersebut kini sedang mengurus legalitas sebagai perkumpulan.

Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.