kingsheadwye.com

Orang Cerdas Biasanya Paling Tidak Tahan dengan 3 Kebiasaan Ini di Tempat Kerja

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:50 WIB

Jakarta, VIVA – Menjalani hubungan profesional di tempat kerja tidak selalu mudah. Selain menyelesaikan tugas, karyawan juga perlu berkomunikasi dengan rekan kerja, mengikuti rapat, dan menyesuaikan diri dengan budaya perusahaan. Bagi sebagian orang, tuntutan tersebut bisa terasa melelahkan, terutama ketika mengganggu konsentrasi dan produktivitas.

Baca Juga

Orang dengan kecerdasan tinggi, misalnya, mungkin memiliki cara tersendiri dalam mengatur waktu dan menyelesaikan pekerjaan. Mereka cenderung menghargai efisiensi serta membutuhkan waktu untuk berkonsentrasi. Karena itu, sejumlah kebiasaan di lingkungan kerja bisa memicu rasa frustrasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Katerina Esko, seorang pelatih profesional yang mendampingi orang-orang dengan kecerdasan tinggi, menjelaskan beberapa hal yang kerap membuat mereka merasa terganggu. Meski tidak berlaku bagi semua orang, tiga situasi berikut dapat menjadi gambaran mengenai pentingnya komunikasi dan pengelolaan pekerjaan yang efektif, melansir dari YourTango. 

Baca Juga

1. Percakapan yang Tidak Memiliki Tujuan Jelas

Bagi sebagian orang, berbincang dengan rekan kerja merupakan cara untuk membangun hubungan dan menciptakan suasana kantor yang nyaman. Namun, percakapan yang terlalu panjang tanpa tujuan jelas bisa terasa mengganggu bagi mereka yang sedang berusaha menyelesaikan pekerjaan.

Baca Juga

Esko menjelaskan, “Individu dengan kecerdasan tinggi biasanya sangat efisien dan membutuhkan waktu menyendiri agar pikiran mereka bisa bekerja. Karena itu, mereka cenderung sangat frustrasi ketika waktu mereka terbuang sia-sia.”

Menurutnya, percakapan yang tidak memberikan nilai tambah dapat menjadi salah satu sumber kekesalan. Ia menggambarkannya sebagai pembicaraan mengenai sesuatu yang sudah diketahui banyak orang, mudah ditemukan informasinya, atau tidak memberikan manfaat bagi siapa pun.

Dalam lingkungan profesional, kemampuan bersosialisasi memang penting. Akan tetapi, sebagian karyawan mungkin lebih nyaman jika komunikasi dilakukan secara terarah, terutama ketika mereka membutuhkan konsentrasi untuk menyelesaikan tugas.

Esko menilai obrolan tanpa tujuan dapat menghabiskan waktu yang sebenarnya ingin digunakan seseorang untuk berpikir dengan tenang dan menyelesaikan pekerjaannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

2. Rapat yang Sebenarnya Tidak Diperlukan

Rapat merupakan bagian dari koordinasi di banyak perusahaan. Namun, pertemuan yang tidak memiliki agenda jelas atau membahas hal-hal yang sebenarnya bisa disampaikan melalui pesan tertulis berpotensi menghambat produktivitas.

Halaman Selanjutnya

Esko menyebut, “Salah satu hal yang benar-benar mengganggu individu dengan kecerdasan tinggi adalah rapat yang sebenarnya bisa disampaikan melalui email.”