Pasukan koalisi mulai tinggalkan Irak, tuntas akhir September 2026
Istanbul (ANTARA) - Pasukan koalisi setiap hari menarik diri dari Irak, termasuk dari wilayah Kurdi, dan diperkirakan menyelesaikan penarikan tersebut pada akhir September, kata Menteri Dalam Negeri Pemerintah Regional Kurdistan (KRG) Rebar Ahmed Khalid, Kamis (10/9).
Berbicara di sela-sela lokakarya tentang migrasi di Erbil, Khalid mengatakan penarikan pasukan tersebut telah dimulai, menurut Kantor Berita Irak (INA).
Ia menegaskan bahwa operasi pengangkutan personel koalisi untuk keluar dari negara tersebut berlangsung setiap hari.
Khalid mengatakan menjaga keamanan dan stabilitas Irak membutuhkan koordinasi antara pihak-pihak internasional dan domestik, serta kerja sama antara pemerintah federal di Baghdad dan KRG di Erbil.
Ia juga mengatakan terdapat kerja sama dan koordinasi antara pasukan keamanan Irak dan otoritas keamanan di wilayah Kurdi Irak.
Penarikan tersebut dilakukan berdasarkan kesepakatan yang diumumkan Baghdad dan Washington pada September 2024 untuk secara bertahap mengalihkan misi militer koalisi pimpinan Amerika Serikat menjadi hubungan keamanan bilateral dengan negara-negara anggotanya. Tahap kedua dan terakhir penarikan dijadwalkan selesai pada 30 September.
Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi menyebut batas waktu 30 September sebagai tenggat final dan menolak usulan untuk mempertahankan sebagian pasukan koalisi di negara tersebut setelah tanggal tersebut.
Pasukan Jerman menyelesaikan misi militer di wilayah Kurdi Irak pada akhir Agustus, sementara lokasi yang sebelumnya digunakan pasukan Jerman di Bandara Internasional Erbil dijadwalkan diserahkan kepada otoritas bandara.
Koalisi pimpinan Amerika Serikat dibentuk pada 2014 untuk memerangi ISIS (Daesh) setelah kelompok tersebut menguasai wilayah yang luas di Irak dan Suriah. Irak menyatakan kemenangan militer atas kelompok tersebut pada Desember 2017, meski sisa-sisa kelompok itu masih melakukan serangan secara sporadis.
Sumber: Anadolu
Baca juga: PM Irak perintahkan RUU tentang kendali senjata di bawah negara
Baca juga: Irak usul bentuk dewan keamanan bersama antara Iran dan Arab Saudi
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.